Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SKK Migas-KKKS Gandeng Perusahaan Lokal Kejar Target TKDN

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Minggu 24 Oktober 2021 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 620 2490785 skk-migas-kkks-gandeng-perusahaan-lokal-kejar-target-tkdn-CJxWaE7Jbq.jpg SKK Migas-KKKS Gandeng Perusahaan Lokal Tingkatkan TKDN. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Implementasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada sektor hulu migas terus didorong. SKK Migas bersama KKKS pun membuat Vendor Development Program sebagai upaya mencapai tingkat TKDN capaian pada hulu migas.

Vendor Development Program dilakukan untuk memberdayakan perusahaan dalam negeri untuk berkembang dan digunakan oleh KKKS. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penyedia barang/jasa yang dibutuhkan industri hulu migas.

Baca Juga: TKDN Hulu Migas Capai 58%, Pengusaha Lokal Dapat Rp23 Triliun

Melalui Vendor Development Program, perusahaan-perusahaan lokal bisa mendapatkan pengetahuan dari perusahaan mancanegara untuk dapat memenuhi kebutuhan industri hulu migas sesuai kriteria pemerintah. Kerjasama ini juga bertujuan untuk membina dan meningkatkan potensi perusahaan kecil lokal melalui program kemitraan, pembukaan lapangan kerja dan akses bisnis, serta pengembangan industri penunjang migas yang didalamnya terdapat usaha kecil dan menengah.

Seperti dilakukan KKKS Eni yang bermitra dengan Joglo Tani Kolong Langit. Joglo Tani adalah salah satu dari mitra yang berhasil bergerak di industri pertanian, peternakan dan agrowisata.

Baca Juga: Pemakaian Produk Lokal di Hulu Migas Tembus Rp39 Triliun

Joglo Tani Kolong Langit juga berhasil menghasilkan tanaman terbaik, seperti beras dengan kualitas pulen, sayuran, buah-buahan, tanaman holtikultura, beberapa makanan olahan dan juga pupuk.

Joglo Tani Kolong Langit yang berbasis di Handil Baru, Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur ini, mulai menjadi binaan Eni pada 2017.

Sebelumnya, petani-petani di kawasan tersebut hanya bergantung pada komoditi karet dan kelapa yang harganya sangat berfluktuatif. Hingga akhirnya ketika menjadi binaan Eni, para petani mendapatkan edukasi mengenai ilmu agrobisnis dan hektaran hutan dan lahan tidur di kawasan itu diubah menjadi lahan pertanian yang produktif. Kini, Joglo Tani Kolong Langit terkenal dengan produk beras organiknya yang ditanam tanpa pestisida serta bahan kimia.

Joglo Tani Kolong Langit merasakan dampak yang sangat signifikan pada perekonomian daerah setempat setelah menjadi binaan Eni.

“(Pelatihan Eni) Dapat merubah pola pikir kelompok masyarakat, khususnya petani. Potensi lahan di kampung kami sangat besar untuk dapat menghasilkan produk-produk pertanian yang awalnya kami kira tidak dapat tumbuh,” kata Pendiri dan Ketua Joglo Tani Kolong Langit, Ahmad Muchtadin, dikutip dari keterangan SKK Migas, Minggu (24/10/2021).

Kini, Joglo Tani Kolong Langit telah menggarap 35 hektare lahan pertanian. Mereka bahkan berhasil melakukan terobosan dengan menerapkan pertanian digital di mana para petani dapat menyiram tanaman mereka dari jarak jauh melalui aplikasi.

Saat ini omzet Joglo Tani Kolong Langit sudah mencapai Rp150 juta dan memberikan penghidupan kepada lebih dari 42 kepala keluarga.

Selain itu selama pandemi, petani di Joglo Tani tidak merasakan terpaan. Malah produk yang ditawarkannya menjadi kebutuhan primer.

“Beberapa produk, seperti bibit dan pupuk, bahkan mengalami penyerapan yang lebih besar. Makin banyak masyarakat yang bercocok tanam akibat terbatasnya kegiatan semasa pandemi,” tutup Ahmad Muchtadin,

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini