Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petani Garam Bali Berpeluang Tembus Pasar Ekspor

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Selasa 09 November 2021 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 620 2499206 petani-garam-bali-berpeluang-tembus-pasar-ekspor-WHd18vSBSk.jpg Petani garam Bali berpotensi tembus pasar ekspor (Foto: Okezone)

JAKARTA – Petani garam di wilayah Bali memiliki potensi untuk menembus pasar ekspor. Para petani garam akan mendapat pendampingan untuk melakukan aktivitas produksi komoditas unggulan secara berkelanjutan dengan tujuan peningkatan kapasitas masyarakat daerah serta pengembangan komoditas unggulan desa.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan pembiayaan, penjaminan, asuransi juga memiliki mandat untuk mengembangkan kapasitas masyarakat agar mampu ekspor melalu program jasa konsultasi. Salah satunya pendampingan Desa Devisa.

Baca Juga: Simak! Jurus Jokowi Geber Produksi Garam

Setelah Gresik dengan tenunnya, kini Kabupaten Klungkung dengan komoditas Garam menjadi Desa Devisa ke-26. Diharapakn Desa Devisa Garam Kusamba Klungkung bisa membawa garam lokal berkualitas menjadi lebih mendunia.

“Garam Kusamba sudah dikenal sejak masa Kerajaan Klungkung sehingga perlu dikembangkan sebagai salah satu penghasil devisa. Desa Devisa Garam Kusamba akan memberikan berbagai pendampingan mulai dari aspek produksi sampai pemasaran ke luar negeri. Manfaatnya akan dirasakan hingga lebih dari 100 petani garam,” ujar Direktur Eksekutif LPEI James Rompas, Selasa (9/11/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Beli Tambang Garam di Luar Negeri, Dirut RNI: Kualitas untuk Industri

Garam yang dihasilkan oleh petani yang tergabung dalam Koperasi Mina Segara Dana memiliki kualitas premium diolah secara tradisional, dijemur di atas batang kelapa yang dibelah menjadi dua bagian sebagai media jemurnya, sehingga menghasilkan cita rasa yang gurih, warna putih, tekstur halus dan rasa asin yang rendah. Pendampingan yang diberikan untuk lebih meningkatkan kualitas produk adalah produksi Bali Sea Salt Rub, Branding Development, pameran dagang, business matching, hingga sertifikasi produk.

DJKN Kemenkeu Bali Nusra sebagai salah satu inisiator dalam program Desa Devisa juga antusias dengan keberlanjutan komitmen bersama sejumlah pihak untuk memajukan Desa Kusamba di Klungkung Pihaknya menyatakan siap untuk mendukung produk Garam Kusamba menjadi semakin dikenal dan berkualitas.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas program Desa Devisa ini yang seiring dengan fokusnya pada komoditas garam di Bali. Pihaknya optimis potensi kualitas Garam Kusamba ini dapat dioptimaslisasi melalui program dan kolaborasi pemerintah daerah dan pusat. Sehingga Garam Kusamba yang merupakan peninggalan leluhur Klungkung menjadi semakin kompetitif di level lokal, domestik maupun pasar internasional dan keberhasilannya turut dapat dirasakan oleh petani garam di wilayah Klungkung, Bali.

Program Desa Devisa dimulai pada tahun 2019 dengan adanya Kluster Desa Devisa Kakao di Bali. Jembrana menjadi Desa Devisa pertama yang memiliki komoditas unggulan berupa biji kakao yang difermentasi selanjutnya ada Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta dengan produk kerajinannya yang unik dan ramah lingkungan sehingga telah mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan ke negara-negara Eropa. Begitupun sejak awal tahun 2021 hingga November 2021 Lembaga

Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank telah meluncurkan program Desa Devisa di Jawa Barat dan Jawa Timur, yaitu Desa Devisa Kopi Subang, Desa Devisa Agrowisata Ijen Banyuwangi, dan Desa Devisa Tenun Gresik. Total penerima manfaat dari program sampai saat ini telah mencapai 2.894 orang petani/penenun/pengrajin dan ke depannya akan terus bertambah.

Melalui Program Desa Devisa ini diharapkan produk lokal Indonesia dapat menjadi komoditas ekspor yang mendunia serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat setempat. Ke depannya LPEI akan terus menerus bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk membangun desa-desa melalui Program Desa Devisa.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini