Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Kulit Remaja Melepuh Usai Divaksin Covid-19, Begini Komentar Dokter Fajri?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 13 November 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 13 620 2501284 heboh-kulit-remaja-melepuh-usai-divaksin-covid-19-begini-komentar-dokter-fajri-TZAN72mhK2.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

SEORANG remaja berusia 14 tahun asal To'kaluku, Bombongan, Makale, Sulawesi Selatan, diduga mengalami KIPI pasca vaksinasi Covid-19 berupa kulit melepuh dan bernanah. Kejadian ini kemudian heboh di tengah masyarakat.

Kondisi siswi SMP tersebut dikabarkan kini hanya bisa berbaring di tempat tidur. Tubuhnya pun dilaporkan lemah tak bisa banyak bergerak.

Mengetahui kabar ini, MNC Portal coba menanyakan kepada Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i terkait kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) semacam itu pada vaksinasi Covid-19. Benarkah bisa terjadi?

Menurut dr Fajri, untuk menegakkan diagnosis, tim medis harus bertemu dengan pasien dan melakukan investigasi lebih lanjut. Pasalnya, kejadian seperti itu jarang sekali terjadi dan perlu dicari tahu faktor-faktor lain yang mungkin ada kaitannya dengan KIPI yang dialami si siswi.

"Jadi, perlu dianalisis lebih lanjut kasus ini, mencari tahu benar atau tidaknya dugaan kulit melepuh dan bernanah akibat vaksin Covid-19," terang dr Fajri melalui pesan singkat.

Ini untuk memastikan apakah memang kondisi kulit melepuh dan bernanahnya benar disebabkan vaksin Covid-19 atau ada faktor lain, seperti apakah sebelum vaksin si remaja mengonsumsi obat tertentu atau melakukan tindakan tertentu yang bisa menyebabkan kondisi tersebut.

"Tak bisa dipungkiri bahwa ada jenis vaksin Covid-19 yang KIPI-nya itu gatal dan mungkin saja si remaja menggaruknya hingga luka dan menyebabkan kulit bernanah. Poinnya, perlu dilakukan investigasi lebih lanjut soal hal ini. Saya mau tekankan juga bahwa vaksin Covid-19 manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan dengan efek sampingnya," tegasnya.

Dokter Fajri menuturkan bahwa memang betul pada kasus yang sangat kecil dilaporkan bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan reaksi alergi, bahkan reaksi anafilaktik atau alergi parah. Anafilaktik ini ditandai salah satunya kulit seperti melepuh-melepuh begitu.

"Kondisi reaksi anafilaktik juga bisa dilihat pada saat seseorang disengat tawon, atau mendapatkan suntikan namun kasusnya sangat sangat kecil," ungkapnya.

Jadi, pada prinsipnya, kata dr Fajri, segala tindakan yang menyebabkan penyuntikan ke tubuh atau perlukaan pada kulit, walaupun satu titik, itu bisa menyebabkan infeksi, walau risikonya sangat kecil.

"Kalau ada laporan ada nanah di tempat suntikan setelah vaksin Covid-19, ya, bisa saja terjadi, namun angka kejadiannya sangat sangat kecil mungkin 1 berbanding jutaan kasus," katanya.

"Itu kenapa, amat penting untuk tenaga kesehatan mengusapkan kapas alkohol setelah suntikan dilepas dari tubuh. Ini agar meminimalisir risiko infeksi yang bisa muncul akibat paparan bakteri atau virus," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini