Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Varian Omicron Masuk Variant of Concern, WHO Minta Negara Tak Buru-Buru Batasi Perjalanan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 27 November 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 620 2508268 varian-omicron-masuk-variant-of-concern-who-minta-negara-tak-buru-buru-batasi-perjalanan-6HYfnuFoVH.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian B.1.1.529 sebagai 'variant of concern' atau varian yang harus diwaspadai. Meski demikian, mereka memperingatkan agar negara-negara di seluruh dunia agar tidak terburu-buru memberlakukan pembatasan perjalanan terkait dengan varian baru B.1.1.529.

Varian yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan itu dianggap berbahaya. WHO pun memberi nama pada varian B.1.1.529 dengan sebutan Omicron.

"WHO merekomendasikan agar negara-negara terus menerapkan pendekatan berbasis risiko dan ilmiah ketika menerapkan langkah-langkah perjalanan. Pada titik ini, penerapan langkah-langkah perjalanan sedang diperingatkan," kata juru bicara WHO Christian Lindmeier seperti dikutip Channel News Asia (CNA).

WHO telah mengadakan pertemuan dengan para ahli untuk mengevaluasi apakah itu temuan varian baru Covid-19 termasuk varian sangat menular atau tidak. Setelah diteliti lebih lanjut, nantinya WHO akan berbagi panduan lebih lanjut bagi pemerintah tentang tindakan yang dapat mereka ambil.

Proses penelitian akan memakan waktu selama beberapa minggu untuk memahami dampak varian, dan peneliti bekerja untuk menentukan bagaimana menular dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi terapi dan vaksin.

Negara-negara Eropa dan Asia telah memperketat pembatasan setelah varian virus corona yang baru muncul dan mungkin kebal vaksin terdeteksi di Afrika Selatan. Seperti diantaranya adalah Inggris dan India yang mengumumkan kontrol perbatasan yang lebih ketat.

Seorang ahli epidemiologi dan pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Maria van Kerkhove mengatakan pihaknya sedang mengadakan pertemuan dengan PBB bersama para peneliti Afrika Selatan serta pakar evolusi lainnya untuk meneliti lebih lanjut.

"WHO sedang mengadakan pertemuan untuk lebih memahami garis waktu studi yang sedang berlangsung dan untuk menentukan apakah varian ini harus ditetapkan sebagai varian berbahaya atau varian menular," katanya.

“Hampir 100 urutan varian telah dilaporkan, dan analisis awal menunjukkan mereka memiliki "sejumlah besar mutasi" yang memerlukan studi lebih lanjut,” katanya.

Data sementara menjelaskan bahwa karakter varian Omicron adalah memiliki jumlah mutasi sangat tinggi pada spike protein yang dapat memicu kekhawatiran tentang betapa mudahnya virus itu menyebar. Bahkan, peneliti WHO menduga varian ini memicu infeksi ulang.

Beberapa negara melakukan penutupan pintu dari Afrika Selatan, seperti Inggris dan Amerika Serikat. Pada AS, negara itu membatasi masuknya penumpang pesawat dari Zimbabwe, Namibia, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambik, dan Malawi.

Bicara soal infeksi varian B.1.1.529 yang sudah terkonfirmasi, menurut data WHO angkanya terus meningkat. Kasus varian Omicron dari Afrika Selatan pertama dilaporkan ke WHO pada 24 November dan jumlah kasusnya terus meningkat sejak itu.

"Sementara Omicron sekarang masuk dalam kategori yang sama dengan varian Delta, tingkat ancaman kesehatan masyarakat akibat varian B.1.1529 dinilai belum jelas," ungkap laporan USA Today.

Sementara itu, WHO mendesak negara-negara untuk meningkatkan pengawasan pada varian Omicron dan upaya tes genom sequencing yang masif untuk lebih memahami dampak potensial dari varian ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini