Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Posisi Investasi Internasional Indonesia Naik Jadi USD275,9 Miliar

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 22 Desember 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 22 620 2520845 posisi-investasi-internasional-indonesia-naik-jadi-usd275-9-miliar-cx5MqVkmOF.jpeg Posisi Investasi Internasional Indonesia (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan III 2021 mencatat kewajiban neto yang meningkat.

Pada akhir triwulan III 2021, PII Indonesia mencatat kewajiban neto USD275,9 miliar (24,1% dari PDB), meningkat dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan II 2021 sebesar USD264,7 miliar (23,9% dari PDB).

"Peningkatan kewajiban neto tersebut berasal dari peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang melampaui peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," kata Direktur Eksekuif Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Rabu (22/12/2021)

Peningkatan posisi KFLN Indonesia didukung membaiknya kinerja korporasi sejalan dengan kuatnya kinerja ekspor dan berlanjutnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik. Posisi KFLN Indonesia meningkat 4,1% (qtq) dari USD680,2 miliar pada akhir triwulan II 2021 menjadi USD707,8 miliar pada akhir triwulan III 2021.

"Peningkatan kewajiban tersebut disebabkan oleh faktor revaluasi positif atas nilai instrumen keuangan domestik yang dipengaruhi peningkatan harga saham beberapa perusahaan di dalam negeri, sejalan dengan kuatnya ekspor serta penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS," katanya.

Peningkatan lebih lanjut bersumber dari aliran masuk investasi langsung, investasi portofolio dan investasi lainnya seiring persepsi positif investor terhadap prospek perbaikan perekonomian domestik yang terjaga.

Posisi AFLN Indonesia meningkat dikontribusikan oleh kenaikan seluruh komponen AFLN. Pada akhir triwulan III 2021, posisi AFLN tumbuh 4,0% (qtq) dari 415,4 miliar dolar AS pada akhir triwulan sebelumnya menjadi 431,9 miliar dolar AS. Seluruh komponen mengalami peningkatan AFLN dengan peningkatan terbesar pada aset cadangan devisa dan investasi lainnya sejalan dengan tambahan alokasi SDR, peningkatan penempatan simpanan, dan piutang sektor swasta. Peningkatan lebih lanjut tertahan oleh faktor revaluasi akibat penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia serta peningkatan imbal hasil surat utang Pemerintah di beberapa negara penempatan aset.

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan III 2021 tetap terjaga dan mendukung ketahanan eksternal. Hal ini tercermin dari struktur kewajiban PII Indonesia yang didominasi oleh instrumen berjangka panjang (93,6%).

Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja PII Indonesia akan tetap terjaga sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi Covid-19 yang didukung sinergi bauran kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah, serta otoritas terkait lainnya. Meskipun demikian, Bank Indonesia akan tetap memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini