Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Strategi agar Petani Garam Bisa Jadi Eksportir

Antara, Jurnalis · Rabu 22 Desember 2021 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 22 620 2520853 strategi-agar-petani-garam-bisa-jadi-eksportir-BMcdEfuC21.jpg Petani garam berpotensi tembus pasar ekspor (Foto: Okezone)

JAKARTA - Petani garam Indonesia berpotensi menjadi eksportir. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui melalui Desa Devisa melatih petani garam di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali agar tembus pasar ekspor.

"Pendampingan melalui Program Desa Devisa ini bertujuan mendorong koperasi dan para petani garam di Desa Kusamba menjadi eksportir melalui serangkaian pendampingan berdasarkan kebutuhan koperasi dan petani," kata Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI R Gerald Setiawan Grisanto dilansir dari Antara, Rabu (22/12/2021).

Baca Juga: Simak! Jurus Jokowi Geber Produksi Garam

Menurut dia, program tersebut membantu mempersiapkan calon eksportir memenuhi permintaan pasar global sesuai standar produk ekspor, sekaligus meningkatkan kapasitas dari sisi manajemen ekspor maupun teknik produksi.

Gerald menjelaskan bentuk program yang diberikan kepada petani dan anggota koperasi di Desa Devisa Garam Kusamba, antara lain pelatihan produksi Bali sea salt rub, aspek branding dan digitalisasi, mengikuti pameran dagang, business matching, dan juga pendampingan pengurusan sertifikasi produk.

Baca Juga: Erick Thohir Beli Tambang Garam di Luar Negeri, Dirut RNI: Kualitas untuk Industri

"Dengan mengikuti program ini, koperasi dan para petani dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membantu meningkatkan perekonomian setempat," ujar Gerald.

LPEI memulai program tersebut sejak 2019, berawal dari Kluster Desa Devisa Kakao di Bali. Kabupaten Jembrana menjadi Desa Devisa pertama dengan komoditas unggulan berupa biji kakao yang difermentas.

Selanjutnya ada Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta, dengan produk kerajinannya yang unik dan ramah lingkungan. Saat ini kedua desa devisa telah mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan ke negara-negara Eropa.

Selama 2021 LPEI atau Indonesia Eximbank telah meluncurkan program Desa Devisa di Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali, yaitu Desa Devisa Kopi Subang, Desa Devisa Agrowisata Ijen Banyuwangi, Desa Devisa Tenun Gresik, Desa Devisa Garam Kusamba dan Desa Devisa Rumput Laut Sidoarjo.

Total penerima manfaat dari program tersebut telah mencapai 2.894 orang petani/penenun/pengrajin dan ke depannya diharapkan akan terus bertambah.

Peluang terbuka lebar bagi komoditas dan produk Indonesia bersaing di pasar global melalui Program Desa Devisa sehingga mampu meningkatkan perekonomian kawasan, kesejahteraan bagi petani atau pelaku usaha dan juga kesetaraan gender.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini