Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga LPG Non Subsidi Naik, Jangan Sampai Pasokan Elpiji 3 Kg Terganggu

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Selasa 28 Desember 2021 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 620 2523736 harga-lpg-non-subsidi-naik-jangan-sampai-pasokan-elpiji-3-kg-terganggu-aPaBiQ1W4O.jpg Harga LPG Non Subsidi Naik (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga LPG non subsidi. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov memberi catatan atas kenaikan harga LPG non subsidi.

“Tapi yang perlu dipastikan jangan sampai pasokan LPG subsidi ini timpang antar wilayah, ini akan pengaruhi daya beli masyarakat. Kalau pasokan ini terganggu, nanti terpaksa harus beli LPG nonsubsidi. Kuncinya, kalau masalah di lapangan jaminan LPG subsidi ini harus proporsional antar wilayah,” katanya di Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Baca Juga: Harga LPG Non Subsidi Naik, Masyarakat Mulai Beralih ke Gas Melon 3 Kg?

Dia mengatakan bahwa penting agar publik diberi pemahaman terkait kebijakan tersebut. Alasan kenaikan harga tersebut, kata dia, tidak hanya didasarkan oleh terjadinya kenaikan harga keekonomian migas dunia, namun juga BUMN telah lama tidak menggunakan kewenangannya melakukan perubahan harga terkait faktor permintaan dan penawaran sesuai hukum ekonomi.

Perubahan harga ini menurutnya tidak akan berdampak signifikan terhadap ekonomi sosial masyarakat karena masih ada LPG bersubsidi.

"Yang realitanya (LPG Subsidi) dipakai oleh masyarakat mampu, itu yang menunjukkan kenaikan harga LPG nonsubsidi tak berpengaruh besar,” katanya.

Lebih lanjut, Abra menilai hal ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk peralihan ke energi yang lebih bersih. Misalnya disamping penggunaan kompor gas, masyarakat yang mampu akan melirik kompor listrik atau induksi.

“Yang paling penting disamping harga komoditas ini yang naik adalah segera dilakukan reformasi subsidi energi. LPG 3 kg ini masih mekanismenya (subsidi) terbuka, saya pikir ini momentum subsidi harus lebih terarah,” paparnya..

Misalnya, dalam hal ini adalah kompor listrik atau kompor induksi yang digadang-gadang pemerintah memiliki biaya yang lebih murah.

“Alternatif energi, pemerintah punya mimpi untuk proyek gasifikasi batu bara, proyek DME (Dimethyl Ether) saat ini dapat momentum untuk dipercepat, ini jadi semakin luas,” katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini