Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Bencana pada 2021 Menurun Dibandingkan 3 Tahun Terakhir, tapi Jumlah Korban Meningkat

Muhammad Refi Sandi, Jurnalis · Rabu 29 Desember 2021 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 620 2524410 jumlah-bencana-pada-2021-menurun-dibandingkan-3-tahun-terakhir-tapi-jumlah-korban-meningkat-0auxHLmGBg.jfif Kepala BNPB Suharyanto (Dok BNPB)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengatakan, jumlah frekuensi bencana alam di Indonesia sepanjang 2021 lebih rendah dibandingkan 3 tahun terakhir.

"Melihat dan jumlah frekuensi bencana saat ini Indonesia di penghujung tahun ini ada 3.058 bencana ini merupakan angka yang menurun dalam tiga tahun terakhir," kata Suharyanto dalam Youtube Kemenko PMK, Rabu (29/12/2021).

Pada 2018, tercatat terjadi sebanyak 3.397 bencana. Tahun berikut, tercatat terjadi sebanyak 3.814 bencana. Sementara pada 2020, tercatat terjadi sebanyak 4.649 bencana.

Suharyanto mengatakan dari total 3.058 bencana tahun ini, yang paling dominan adalah banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan gelombang pasang.

"Itu menyumbang 89,7 persen atau 2.702 kejadian bencana," ujarnya.

Selanjutnya, Suharyanto memaparkan wilayah Jawa masih mendominasi kejadian bencana alam. Karena itu, penanggulangan bencana perlu ditingkatkan.

"Kemudian daerah yang paling banyak bencana di dominasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur kemudian disusul oleh Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Daerah yang merah ini perlu peningkatan tahap penanggulangan bencana dari mulai mitigasi, edukasi dan penanganan darurat dan ini PR kita bersama," ujarnya.

Baca Juga : Sepanjang 2021, Kepala BNPB: Banjir hingga Tanah Longsor Mendominasi dari 3.058 Bencana di Indonesia

Ia melanjutkan, meski terjadi penurunan frekuensi bencana, dampak kejadian itu meningkat cukup signifikan. Ia pun merinci dampak rumah rusak dominan dan korban luka dalam satu tahun.

"Meskipun terjadi penurunan dari jumlah kejadian bencana, tetapi terjadi peningkatan mulai dari meninggal dunia, luka-luka, terdampak, dan mengungsi serta rumah rusak meningkat. Artinya semakin tahun ini dampak terjadinya bencana baik yang berdampak jiwa manusia dan harta benda mengalami peningkatan yang signifikan," ucapnya.

"Rinciannya untuk dampak rumah rusak dominan terjadi di bulan Januari kejadian gempa Mamuju Sulbar dan April kejadian Siklon Tropis Seroja. Korban luka dominan di bulan Januari kejadian gempa Mamuju Sulawesi Barat dan Desember kejadian Awan Panas Guguran Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini