Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspor ke Berbagai Negara, UMKM RI Naik Kelas

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Kamis 30 Desember 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 620 2524993 ekspor-ke-berbagai-negara-umkm-ri-naik-kelas-zaxlLWVoQL.jpeg Pelaku UMKM didorong ekspor (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) didorong agar bisa menjadi eksportir. Salah satunya dengan memberikan pelatihan ekspor kepada pelaku usaha berorientasi ekspor.

Belum lama ini, LPEI sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) dari Kementerian Keuangan dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Semarang memberikan pelatihan ekspor kepada 50 orang pelaku usaha berorientasi ekspor di Jawa Tengah.

Baca Juga: Plafon KUR 2022 Jadi Rp373 Triliun dengan Suku Bunga Tetap 6%, UMKM Bisa Ngutang Segini

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI R. Gerald Setiawan Grisanto menyampaikan, LPEI sejak tahun 2015 telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada 2.706 pelaku usaha di 15 kota di Indonesia. Terdapat 75 orang pelaku usaha telah berhasil melakukan ekspor perdana setelah mengikuti pelatihan CPNE.

β€œKali ini LPEI bekerja sama dengan KADIN Semarang untuk melakukan pemetaan terhadap pelaku usaha berdasarkan kebutuhan dan hambatan yang selama ini dihadapi. Sehingga modul pelatihan yang disampaikan ini sesuai dengan harapan para peserta CPNE,” ujar Gerald, Kamis (30/12/2021).

Baca Juga: Investasi UMKM Capai Rp430 Triliun, LaNyalla: Mampu Buka 131 Juta Lapangan kerja

Coaching Program for New Exporters (CPNE) merupakan program pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh LPEI kepada para pelaku UMKM berorientasi ekspor secara berkesinambungan dalam kurun waktu selama satu tahun tanpa dipungut biaya. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kapabilitas pelaku usaha berorientasi ekspor hingga dapat mencetak eksportir baru yang berkualitas.

β€œDi tahun 2021, LPEI sudah memberikan pelatihan di beberapa kota, antara lain Medan, Surakarta, Denpasar, Kendal, Demak, Manado dan Bandung dengan mayoritas pelaku usaha di sektor makanan dan minuman, craft, furniture, rempah dan komoditi kopi," ucap Gerald.

Strategi LPEI untuk membantu para pelaku UKM agar naik kelas di tahun 2022, salah satunya dengan mengedepankan program pengembangan masyarakat berbasis komoditas. Program ini dirancang sebagai solusi bagi para pelaku usaha dan dilaksanakan secara terintegrasi seperti Desa Devisa yang merupakan program pengembangan masyarakat berbasis komoditas untuk menghasilkan devisa, dan marketing handholding yang merupakan program memasarkan produk yang dihasilkan UKM secara digital melalui marketplace global.

Menurut Gerald, LPEI akan selalu bersinergi dan berkolaborasi antar lembaga maupun pemerintah pusat dan daerah untuk membangun ekosistem ekspor yang terintergrasi guna meningkatkan kapabilitas pelaku usaha dan produk Indonesia berdaya saing tinggi di pasar global.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini