Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Risiko Tak Hentikan PTM saat Omicron Merebak, Anak Berpotensi Bawa Virus ke Rumah!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 620 2537385 risiko-tak-hentikan-ptm-saat-omicron-merebak-anak-berpotensi-bawa-virus-ke-rumah-CLQXmuClB8.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) lanjut, meski di tengah ancaman Omicron.

Alasannya bahwa hingga saat ini belum ada kejadian luar biasa dalam penyebaran Omicron, khususnya di sekolah.

"Pembelajaran (PTM) sampai saat ini tetap dilaksanakan. Kalau ada hal-hal yang luar biasa, akan diambil keputusan tersendiri. Jadi, kami tidak ada rencana untuk menghentikan PTM," terang Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (24/1/2022).

Koordinator PPKM Jawa-Bali itu pun melanjutkan bahwa meski kasus harian dalam seminggu terakhir terus meningkat, namun peningkatan kasus dinilai relatif masih terkendali. Ini jika dibandingkan dengan kasus Delta.

Baca Juga : Studi: Vaksin Booster 90 Persen Efektif Lawan Omicron

Di sisi lain, Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menegaskan bahwa sudah saatnya pemerintah seharusnya menunda pembelajaran tatap muka (PTM) di situasi seperti ini.

Ilustrasi PTM

"Kami menyarankan untuk tunda terlebih dulu PTM setidaknya sebulan untuk melihat dan mengevaluasi kondisi lebih lanjut," kata Dicky pada MNC Portal, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga : Banyak Klaster Sekolah, Dokter Paru hingga Dokter Anak Minta Evaluasi PTM

Ini berkaitan dengan cakupan vaksinasi pada anak-anak yang belum merata dan belum begitu masif. Padahal, kelompok anak cukup rentan di situasi penyebaran virus yang tengah meningkat seperti sekarang.

"Anak-anak adalah kelompok rentan dan mereka bisa membawa virus ke rumah, membahayakan orangtua atau kakek-neneknya yang juga rentan," terangnya.

Karena itu, Dicky merekomendasikan juga untuk pemerintah agar mempercepat vaksinasi pada anak, baik itu dosis pertama maupun dosis kedua. Selain itu, terus memantau perkembangan pandemi lebih lanjut.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini