Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Strategi Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

Intan Afika, Jurnalis · Selasa 08 Februari 2022 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 620 2543972 4-strategi-pemerintah-tangani-pandemi-covid-19-z7kWLFPH1x.jpg Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock)
A A A

MASYARAKAT diimbau untuk tidak lengah dan selalu waspada terhadap risiko penularan Covid-19, meskipun gejala varian Omicron disebut lebih ringan dibandingkan varian lainnya.

Memang, angka positif Covid-19 kemarin sempat mengalami penurunan menjadi 26.121 dari sebelumnya 36.057 kasus di tengah munculnya varian Omicron.

Dalam laporan rakor Kemenkes yang diterima MNC Portal Indonesia, pemerintah juga menerapkan empat strategi penanganan pandemi Covid-19, di antaranya meliputi:

Deteksi

1. Meningkatkan tes epidemiologi vs tes screening.

2. Meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak dengan melibatkan Babinsa/Bhabinkamtibmas.

3. Surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus.

4. Penguatan surveilans di pintu masuk negara  

Terapeutik

1. Konversi TT 30-40% dari total kapasitas RS serta pemenuhan suplai (termasuk oksigen), alkes, dan SDM.

2. Mengerahkan tenaga cadangan, yakni dokter internship, koas, serta mahasiswa tingkat akhir.

3. Pengetatan syarat masuk rumah sakit, yakni saturasi dan 95% sesak napas. Diawasi oleh tenaga aparat atau relawan agar hanya kasus sedang, berat, dan kritis yang dirawat di rumah sakit.

4. Meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat.

Vaksinasi

1. Alokasi vaksin 50% di daerah-daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi.

2. Sentra vaksinasi di berbagai tempat yang mudah diakses oleh publik.

3. Syarat kartu vaksinasi bagi pelaku perjalanan dan di ruang atau fasilitas publik.

4. Percepatan vaksinasi pada kelompok rentan, termasuk lansia dan komorbid.

Protokol kesehatan

1. Implementasi PPKM level 1-4.

2. Pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi protokol kesehatan.

Follow Berita Okezone di Google News

Di samping angka kasus konfirmasi positif Covid-19 harian yang bertambah, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan, jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit justru relatif lebih sedikit. Selain itu, pasien yang masuk ke rumah sakit pun cenderung menunjukan gejala ringan, atau tanpa gejala.

“Penambahan angka konfirmasi harian memang cenderung tinggi. Namun masyarakat tidak perlu terpaku pada jumlah tersebut dan jangan panik karena sebagian besar gejala yang ditunjukkan oleh pasien adalah gejala ringan atau tidak bergejala sama sekali dan lama masa perawatan juga lebih sebentar jika dibandingkan dengan kasus varian lainnya,” kata dr Siti Nadia.

Lebih lanjut, dr Siti Nadia mengatakan, pemerintah mengimbau masyarakat yang terpapar, namun tidak bergejala atau mengalami gejala ringan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpadu, bukan rumah sakit. Sebab, rumah sakit hanya digunakan untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala sedang, berat dan kritis.

“Bagi masyarakat yang terpapar namun gejalanya ringan, seperti batuk, pilek, atau demam, saturasi oksigen masih diatas 95 persen, sebaiknya isoman di rumah atau isoter saja,” tuturnya.

Selain itu, pasien tanpa gejala atau OTG dan bergejala ringan juga dapat memanfaatkan layanan telemedisin jika tersedia atau dapat melapor ke Puskesmas terdekat. Masyarakat pun dimbau untuk tidak panik dan lebih waspada untuk tetap berada di rumah saja.

1
2
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini