Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara RI Kembangkan Industri Kelapa Sawit di 20 Desa

Antara, Jurnalis · Jum'at 25 Februari 2022 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 620 2553158 cara-ri-kembangkan-industri-kelapa-sawit-di-20-desa-3xLWAPTbUs.jpg Cara RI Kembangkan Industri Sawit (Foto: Okezone)

JAKARTA - ​​Konsorsium masyarakat sipil yang dipimpin Interchurch Organization for Development Cooperation (ICCO) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri melaksanakan program perkebunan kelapa sawit, yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, di Indonesia (resbound).

Program resbound tersebut menyasar 10 desa di Provinsi Sumatera Utara dan 10 desa di Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kemendagri Heriyandi Roni mengatakan program resbound menghasilkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, pelaku usaha sawit, dan masyarakat sekitar perkebunan melalui dialog dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

"Tujuan program ini adalah untuk memperkuat dialog kemitraan multipihak yang berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan pedesaan yang layak mulai dari petani kecil, pekerja di perkebunan kelapa sawit besar, dan seluruh mata rantainya melalui perumusan tanggung jawab sosial masyarakat dan perusahaan (CCSR) sebagai sarana untuk penggunaan dana desa yang lebih baik untuk pembangunan," kata dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/2/2022).

Baca Juga: Rusia Bombardir Ukraina, Harga CPO Meroket

 

Hal tersebut disampaikan Heriyandi pada acara penutupan program resbound yang dihadiri kementerian/lembaga nonkementerian terkait, pemerintah daerah dan desa yang menjadi wilayah pelaksanaan program, dan lembaga yang tergabung dalam program resbound secara hybrid di Jakarta, Jumat.

Implementasi program resbound tersebut telah menghasilkan panduan community corporate social responsibilty (CCSR) dengan memuat Prinsip-Prinsip Panduan PBB (UNGPs), yang merupakan panduan dialog bagi para pemangku kepentingan di sektor minyak sawit di tingkat akar rumput.

Dengan demikian, imbas dari pelaksanaan program ini diharapkan juga mendapatkan dukungan dari konsumen kelapa sawit dalam mewujudkan kehidupan pedesaan yang layak dengan menciptakan tuntutan untuk produksi minyak sawit berkelanjutan dan bertanggung jawab.

"Dialog kemitraan dalam merencanakan dan menyusun tanggung jawab perusahaan yang dikolaborasikan bersama pemerintah daerah dan desa selalu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar usaha, dapat dijadikan kisah sukses dan disebarluaskan kepada desa lainnya yang mempunyai karakteristik desa yang serupa," tambah Heriyandi.

Sementara itu, Direktur ICCO Indonesia Kiswara Prihandini menyampaikan apresiasi kepada delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam serta Kementerian Dalam Negeri, yang telah memberikan dukungan bagi program resbound.

"Bisnis yang baik adalah bisnis yang mengutamakan kesejahteraan publik, mengupayakan kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi daya rusak dan pencemaran lingkungan,bisnis yang berkeadilan sekaligus mendorong konsumen membeli produk yang baik untuk kesehatan masyarakat di masa depan," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini