Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konsumi Vitamin Tak Kurangi Risiko Pasien Covid-19 dari Kematian

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 02 Maret 2022 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 620 2555328 konsumi-vitamin-tak-kurangi-risiko-pasien-covid-19-dari-kematian-hBV8TSvi4U.jpg Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock)

SELAMA terpapar Covid-19, mereka yang tengah menjalani isolasi baik menderita gejala ringan atau tidak bergejala memang mengonsumsi vitamin. Kebutuhan vitamin itu pun dianggap dapat memperbaiki kondisi mereka yang sedang terpapar.

Tetapi, penelitian terbaru menunjukkan nutrisi mungkin tidak memainkan peran besar dalam kondisi Covid-19. Sehingga para ahli kesehatan menekankan hanya mengandalkannya untuk perlindungan dapat berbahaya.

Dalam sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Nutrition, para peneliti dari University of Toledo memeriksa data dari 26 studi berbeda yang berfokus pada peran vitamin khususnya vitamin C, vitamin D dan zinc dalam mengobati Covid-19.

Pada akhirnya, mereka menemukan vitamin tidak mengurangi kemungkinan pasien meninggal akibat penyakit tersebut.

Residen penyakit dalam di The University of Toledo College of Medicine and Life Sciences, Azizullah Beran, MD, seperti dikutip Antara dari Health, mengatakan banyak orang memiliki kesalahpahaman jika mengonsumsi zinc, vitamin D, atau vitamin C, itu dapat membantu hasil klinis Covid-19.

Menurut dia, pendapat ini belum terbukti benar. Tetapi, tidak berarti vitamin itu buruk atau tidak perlu. Hanya saja, kecuali jika diindikasikan oleh dokter karena kekurangan, zat gizi mikro ini tidak akan membantu dalam mencegah atau mengobati Covid-19.

Mikronutrien seperti vitamin C, vitamin D, dan zinc telah lama disebut-sebut karena khasiatnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan itulah sebabnya, pada awal pandemi Covid-19, penyedia layanan kesehatan memandangnya sebagai terapi potensial.

Untuk analisis baru, para peneliti berusaha menentukan seberapa membantu vitamin tersebut dalam mencegah Covid-19, dan melindungi dari penyakit parah dan kematian. Mereka lalu mempelajari 26 studi peer-review berbeda yang melibatkan lebih dari 5.600 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Hasilnya, tidak ada pasien yang menerima suplementasi vitamin C, vitamin D, atau zinc mendapatkan manfaat terkait risiko kematian, artinya mereka tidak lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dibandingkan dengan pasien yang tidak menerima suplemen.

"Vitamin tidak akan mencegah kematian akibat Covid-19," kata Dr. Behran.

Dari ketiga zat gizi mikro, vitamin D menunjukkan beberapa manfaat bagi pasien Covid-19. Menurut para peneliti, suplementasi vitamin D dikaitkan dengan tingkat intubasi yang lebih rendah dan masa rawat inap yang lebih singkat di antara pasien Covid-19, tetapi diperlukan lebih banyak bukti untuk mendukung temuan tersebut.

Alih-alih mencoba melengkapi dengan mikronutrien, para peneliti mengatakan lebih baik fokus pada terapi yang sudah terbukti secara drastis mengurangi insiden penyakit parah dan kematian akibat Covid-19 yakni vaksin.

"Penting bagi orang untuk memahami bahwa mengonsumsi banyak suplemen ini tidak menghasilkan hasil yang lebih baik," ujar profesor kedokteran di University of Toledo, Ragheb Assaly, MD.

Menurut dia, pesan penting lainnya yakni suplemen mikronutrien tidak akan mengimbangi kurangnya vaksinasi atau membuat Anda tidak membutuhkan vaksin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini