Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaga Stok Daging Jelang Ramadhan, Andalkan Sapi Lokal hingga Opsi Impor

Antara, Jurnalis · Selasa 15 Maret 2022 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 620 2561837 jaga-stok-daging-jelang-ramadhan-andalkan-sapi-lokal-hingga-opsi-impor-9HCan4Ri4t.jpg Jaga Stok Daging Jelang Ramadhan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional menggandeng PT Pupuk Kujang untuk menjaga stok daging sapi menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2022.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyampaikan saat ini pihaknya tengah berupaya memenuhi stok daging sapi untuk masyarakat.

Skema utama yang disiapkan ialah dengan melakukan mobilisasi sapi lokal untuk mendekati pasar-pasar masyarakat. Selain itu, ada juga skema penyediaan daging frozen dan skema impor sebagai opsi terakhir.

“Opsi impor dilakukan jika diperlukan. Kalau perlu impor, Kementerian Pertanian akan mempersiapkan Instalasi Karantina Hewan (IKH),” katanya dalam keterangan persnya disela kunjungannya ke Pupuk Kujang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (15/3/2022).

 

Baca Juga: Pasokan Sapi dari Jatim Siap Dikirim ke Berbagai Wilayah Indonesia

 

Sementara untuk memperkuat mobilisasi sapi lokal, Badan Pangan Nasional sedang merevitalisasi sejumlah kandang agar siap menampung pasokan khusus untuk kebutuhan masyarakat.

Kandang-kandang ini akan menampung sapi lokal produksi dalam negeri supaya lebih mendekati sentra-sentra konsumen.

PT Pupuk Kujang yang merupakan anak usaha holding PT Pupuk Indonesia, akan menyiapkan kandang seluas 2.500 meter persegi untuk menampung 1.800 ekor sapi yang dimobilisasi ke pasar-pasar masyarakat.

“Kita mobilisasi sapi-sapi dari wilayah Jatim, Jateng, Sumbawa, Sumba, dan NTT, supaya tersalurkan sebelum lebaran. Di Jawa Barat, kandang sapi di Pupuk Kujang akan jadi salah satu tempat penyimpanan. Tujuannya supaya sapi lokal terserap maksimal,” kata dia.

Direktur Pupuk Kujang Maryadi mengatakan sapi-sapi yang akan disimpan di kandang sapi Pupuk Kujang akan ditangani dengan baik. “Kita siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional dan BUMN klaster pangan untuk mendukung rencana ini,” katanya.

Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan tim untuk menyiapkan segala persyaratan teknis untuk menampung 1800 ekor sapi.

Menurut dia, amanat menjaga 1.800 ekor sapi untuk masyarakat adalah tanggung jawab perusahaan terhadap komitmen menjaga ketersediaan pangan. Selain itu, amanat ini menjadi salah satu cara untuk lebih mengoptimalkan aset perusahaan.

Sejak tahun 2013 Pupuk Kujang mengembangkan peternakan sapi lokal di dalam kawasan pabrik. Peternakan sapi ini diperuntukkan untuk penelitian air kencing dan kotoran sapi untuk bahan baku pupuk organik. Selain kandang, Pupuk Kujang juga memiliki lahan untuk budi daya pakan sapi.

Sementara itu Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN Zuryati Simbolon mengatakan sektor pangan selalu menjadi prioritas.

Kementerian BUMN sendiri telah membentuk ekosistem pangan dari semua komoditi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Dengan ekosistem ini, diupayakan impor daging sapi bisa berkurang,” kata Zuryati.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini