Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kompor Listrik Bisa Tekan Impor LPG?

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2022 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 620 2562624 kompor-listrik-bisa-tekan-impor-lpg-8FWRGuHQm7.jpg Kompor Listrik Bisa Tekan Impor LPG? (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kenaikan harga minyak dunia membuat harga acuan LPG yaitu CP Aramco terus mengalami kenaikan.

Per Maret 2022 ini, harga CP Aramco sudah menyentuh di level USD900 per metrik ton. Padahal saat ini, 65% LPG yang digunakan berasal dari impor sehingga bisa meningkatkan defisit neraca perdagangan.

Dampaknya adalah penggunaan dolar akan meningkat dan bisa menyebabkan mata uang rupiah terdepresiasi terhadap mata uang dolar.

“Melalui penggunaan kompor induksi, dapat membantu pemerintah dalam menghemat anggaran di APBN kita. Selain itu, penggunaan kompor induksi merupakan upaya untuk membangun kemandiri energi,” kata Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/3/2022).

Baca Juga: Jokowi: Impor LPG Gede Banget, Mungkin Rp80 Triliun Itu Juga Harus Disubsidi

Mamit menambahkan, impor LPG dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seiring dengan konsumsi yang terus naik. Pada tahun 2024, impor LPG bisa mencapai Rp67.8 triliun.

“Dengan beralih ke kompor induksi, ketergantungan terhadap impor LPG bakal berkurang secara bertahap sehingga bakal mendorong kemandirian energi. Tak hanya itu, masalah defisit transaksi berjalan atau (current account defisit/CAD) akibat impor LPG secara perlahan juga dapat diselesaikan,” kata Mamit.

Menurut dia, sesuai dengan arahan Presiden di Istana Bogor pada November 2021 sudah sangat jelas, yaitu untuk mengubah energi berbasis impor ke energi berbasis domestik. Pemanfaatn potensi energi dalam negeri adalah yang utama termasuk salah satunya melalui konversi penggunaan kompor LPG ke kompor induksi.

Selain untuk mengurangi angka impor, langkah konversi ini juga bakal menekan subsidi LPG dalam APBN yang terus membengkak. Pada tahun ini saja pemerintah menganggarkan Rp61 triliun untuk subsidi LPG dengan asumsi ICP USD63 per barel. Per Februari 2022, ICP sudah menyentuh dilevel USD95,72 per barel.

"Kenaikan ini akan berdampak terhadap beban subsidi LPG di mana setiap kenaikan USD1 ICP maka beban subsidi LPG akan meningkat sebesar Rp1,47 triliun. Jadi bisa dibayangkan berapa beban penambahan untuk subsidi LPG 3 kg saat ini,” katanya.

Masyarakat juga akan mendapatkan manfaat dari penggunaan kompor induksi ini. Konsumsi menggunakan kompor induksi, jika dibandingkan 1 kg LPG adalah sebesar 7,1 kWh. Artinya, dengan memakai kompor listrik masyarakat hanya perlu merogoh kocek Rp10.266, yang setara dengan 1 kg LPG Non subsidi dengan harga Rp15.500 per kg.

Dengan asumsi pemakaian 1 bulan sebanyak 9 kg, maka biaya yang dikeluarkan rumah tangga mencapai Rp139.500. Sedangkan pemakaian 1 bulan kompor induksi setara dengan 64,7 kWh atau hanya Rp93.556.

“Artinya, penggunaan energi LPG lebih mahal Rp45.944 per bulan jika dibandingkan dengan penggunaan kompor induksi,” ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini