Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirut Pertamina Nyerah soal Stok BBM Nasional, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 07 April 2022 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 620 2575031 dirut-pertamina-nyerah-soal-stok-bbm-nasional-pemerintah-diminta-turun-tangan-ONSO0oLmJi.jpg Dirut Pertamina soal Stok BBM Nasional (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah diminta turun tangan untuk mempersiapkan stok BBM nasional. Terlebih lagi PT Pertamina (Persero) mengaku tidak sanggup jika harus menambah stok BBM nasional.

"Semakin tinggi kemampuan stok BBM nasional maka akan semakin bagus ketahanan stok nasional negeri ini," kata pengamat energi Sofyano Zakaria di Jakarta, Kamis (7/4/2022).

Menurut Sofyano, stok BBM menyangkut dan terkait erat dengan ketahanan energi dan ini adalah terkait dengan kepentingan bangsa yang sangat menyangkut hajat kepentingan bangsa. "Maka sudah saatnya stok BBM nasional ditangani sepenuhnya oleh negara dan atau pemerintah," katanya.

Baca Juga: Diminta Tambah Cadangan BBM Jadi 30 Hari, Dirut Pertamina: Kami Tak Sanggup

Dia menambahkan, ketahanan stok BBM nasional harusnya tidak dibebankan atau hanya menjadi tanggung badan usaha saja seperti Pertamina Patra Niaga.

"Soal ini harus dipahami benar oleh pemerintah. Soal stok BBM nasional bisa dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah, maka ini akan menjadi hal yang luar biasa yang akan tercatat dalam sejarah dunia migas di Republik ini," katanya.

Dia pun menyarankan agar SKK Migas dilibatkan untuk pemenuhan stok BBM nasional. "Sudah saatnya SKK Migas difungsikan untuk menyediakan dan bertanggung jawab terhadap stok BBM nasional, apalagi SKK Migas adalah institusinya pemerintah," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan bahwa strategic fuel reserve memang dikelola oleh negara.

“Kalau kami sekarang dengan 21 hari dengan harga sekarang itu bebannya senilai USD6,7 miliar. Jadi untuk me-maintenance cadangan 21 hari, cadangan operasinya Pertamina ini idle money kita harus USD6,7 miliar,” kata Nicke dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, kemarin.

Nicke mengingatkan jika cadangan hari BBM ditambah, maka bisa dihitung berapa beban biaya yang akan dikeluarkan Pertamina.

“Kami berhitung, untuk menambahkan ke 30 hari saja itu nambah lagi USD3 miliar. Dan itu kami tidak sanggup," kata Nicke.

Nicke meminta mengenai cadangan harus ada kebijakan dan alokasi untuk strategic fuel reserve yang bisa untuk menambah ketahanan energi nasional. Yang ada di Pertamina sebagai badan usaha adalah cadangan operasi.

“Dan menurut kami dengan sistem distribusi yang ada cadangan operasi yang ada 21 hari, sudah cukup untuk menjaga pasokan BBM dan juga elpiji,” ujar Nicke.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini