Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Olah Sampah Jadi Energi Pengganti LPG, Begini Caranya

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 27 April 2022 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 620 2585917 olah-sampah-jadi-energi-pengganti-lpg-begini-caranya-aUQNci31Bt.jpg Olah Sampah Jadi Energi Pengganti LPG (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mengolah sampah jadi energi dan bisa menjadi pengganti LPG nyatanya sudah diimplementasikan. Hal ini dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

PHM melakukan inovasi sosial dengan menjadikan masyarakat di sekitar wilayah operasi mandiri energi, melalui program Wasteco berupa pemanfaatan gas metana hasil olahan sampah.

PHM memanfaatkan gas metana hasil olahan sampah itu selain bisa menggantikan LPG untuk kebutuhan memasak, juga membuka peluang untuk pengembangan kegiatan usaha masyarakat.

Senior Manager External Communication & Stakeholders Relation Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen mengatakan, SHU PHM bekerja sama dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar dan masyarakat setempat mengolah sampai menjadi energi tepat guna, yaitu gas metana atau wasteko.

Baca Juga: Tak Lama Lagi LPG Bakal Diganti Kompor Listrik

Gas metana selanjutnya digunakan berbagai kebutuhan masyarakat yaitu substitusi LPG, lampu penerangan jalan dan lainnya. Ini adalah upaya mengolah sampah menjadi energi yang bersih dan tepat guna serta langsung bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.

"Sampah biasanya kotor, jorok dan bau, kini dikembangkan menjadi energi yang bernilai ekonomi tinggi. Inilah adalah satu inovasi sosial Pertamina khususnya PHM di daerah Balikpapan Kaltim," katanya di Jakarta, Rabu (27/4/2022).

TPA berkapasitas 350-400 ton sampah setiap hari itu jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah bagi masyarakat dan Pemkot Balikpapan. Akhirnya, muncul ide dan inovasi memanfaatkan sampah menjadi gas methane itu.

Saat ini, ada sekitar 200 KK di Balikpapan yang bisa menikmati gas metana untuk keperluan masak atau usaha lain. Konsumsi LPG dalam sebulan mencapai Rp50 ribu hingga Rp 70 ribu per bulan, dengan menggunakan gas metana kini mereka hanya mengeluarkan Rp10 ribu per bulan.

Selain itu, gas metana yang dihasilkan juga dimanfaatkan untuk listrik seperti penerangan jalam umum, rumah tangga dan lainnya.

"Nilai penghematan dari lampu penerangan jalan mencapai Rp15 juta per bulan," katanya.

Head of Communication Relations & CID PHM Diterangkan Frans Alexander Hukom menambahkan, masyarakat di sekitar TPA Manggar rata-rata menggunakan gas LPG kemasan 3 kg sebanyak 3 tabung per keluarga per bulan. Sementara, untuk kegiatan usaha, bisa menghabiskan 10 hingga 20 tabung LPG 3 kg per bulan.

"Kami memanfaatkan sampah jadi gas metana sehingga gas tersebut bisa dinikmati masyarakat sekitar menggantikan LPG," ujarnya.

Dia menjelaskan, sampah dari Kota Balikpapan yang terkumpul di TPA Manggar mencapai sekitar 132.000 ton per tahun atau 350-400 ton per hari. Dari tumpukan sampah tersebut, kata dia, berpotensi dihasilkan gas metana sebesar 2,2 juta meter kubik per tahun.

"Kondisi dan potensi inilah yang dimanfaatkan PHM dengan menggandeng pihak TPA Manggar untuk memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari sampah TPA tersebut," tuturnya.

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengapresiasi inovasi yang dikembangkan PHM. "Bahwa masalah sampah dan jelantah selalu terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Dengan memanfaatkan sampah menjadi energi maka program itu telah memberikan ketahanan energi, kemandirian dan kedaulatan energi. Masyarakat sekitar bisa bertahan dan kemandirian energi dapat tercapai," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini