Dia mengharapkan kerja sama dengan Amerika Serikat juga memberikan dampak yang sama, di mana kemampuan yang didapat tidak hanya terkait teknis tapi juga soft skill.
Jika kerja sama terkait pemagangan itu terwujud, katanya, nantinya peserta magang berkesempatan untuk mengisi 11 juta lowongan kerja yang ada di Amerika Serikat.
"Mudah-mudahan setelah magang di sana dan kualifikasi yang dipersyaratkan bekerja di sana terpenuhi, mudah-mudahan pekerja kita bisa mengisi 11 juta lowongan kerja yang ada di sana," katanya.
Dalam pertemuan tersebut delegasi Indonesia dan Amerika Serikat juga membahas pengembangan kemampuan untuk mediator.
Dia mengatakan di masa pandemi banyak terjadi perselisihan hubungan industrial mediator Indonesia memiliki kemampuan regulasi. Tapi masih ada kelemahan dalam hal teknis mediasi, seperti komunikasi dan negosiasi.
Follow Berita Okezone di Google News
(wdi)








