Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp7,48 Triliun, Ini Proyek yang Digarap

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 620 2606492 waskita-karya-kantongi-kontrak-baru-rp7-48-triliun-ini-proyek-yang-digarap-TWL1mKdEJd.jpg Waskita Karya raih kontrak baru (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp7,48 triliun hingga April 2022. Kontrak baru Wasktika naik 347% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada tahun ini, nilai kontrak baru yang ditargetkan emiten bersandi WSKT mencapai Rp30 triliun. Adapun realisasinya saat ini berada di angka 24,93%.

SVP Corporate Secretary Waskita Karya Novianto Ari Nugroho menyebut belum lama ini pihaknya memenangkan tender proyek infrastruktur untuk pekerjaan proyek Remedial dan Penanganan Sedimentasi Bendungan di Sumbawa IV, Nusa Tenggara Barat (NTB) senilai Rp272 miliar.

"Pemenangan tender ini menambah capaian Nilai Kontrak Baru (NKB) yang diraih oleh perseroan," ungkap Novianto dikutip Senin (6/6/2022).

Secara administratif, lanjut Novianto, proyek tersebut tersebar di beberapa wilayah di Bima dan Dompu. Adapun tujuan pekerjaan proyek ini adalah untuk mengoptimalisasi fungsi bendungan khususnya di Sumbawa.

Nantinya bendungan ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Di samping bendungan tersebut terdapat fasilitas ketersediaan air untuk pemukiman serta pertanian saat kemarau, juga mencegah terjadinya bahaya banjir terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai.

Ruang lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan Waskita meliputi persiapan, pelaksanaan, penyelesaian dan pemeliharaan pekerjaan sipil berupa perbaikan-perbaikan untuk memaksimalkan fungsi bendungan. Sementara jangka waktu pelaksanaan pekerjaan membutuhkan waktu 450 hari.

Novianto mencatat perolehan NKB perusahaan sejauh ini bersumber dari proyek pemerintah sebesar 34,36%, BUMN dan BUMD sebesar 1,84%, pengembangan bisnis anak usaha 7,26% dan swasta 56,53%.

Sementara berdasarkan segmentasi tipe proyek, NKB tersebut terdiri dari segmen konektivitas infrastruktur 76,59%, anak usaha 7,26%, gedung 5,90%, EPC 2,41% dan sumber daya air (SDA) 7,83%.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini