Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Kelompok yang Rentan Terkena Cacar Monyet, Anak Milenial Salah Satunya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2022 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 620 2607744 5-kelompok-yang-rentan-terkena-cacar-monyet-anak-milenial-salah-satunya-WMhCuqoVR5.jpg Ilustrasi Cacar Monyet. (Foto: Freepik)

VIRUS cacar monyet saat ini terus menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO), lantaran jumlah dan cakupannya semakin bertambah. Apalagi, setelah ada salah satu orang terdeteksi mengalami gejala cacar monyet di Singapura yang ingin terbang menuju ke Australia.

Virus Cacar Monyet sendiri merupakan virus langka yang dianggap sudah punah. Apalagi, virus tersebut hanya ada di daerah-daerah tertentu seperti Afrika. Tapi anehnya, virus tersebut terdeteksi di Eropa dan Amerika, bahkan ketika orang yang terpapar tidak melakukan perjalanan ke daerah tersebut.

Ahli Infeksi dan Penyakit Tropis Anak dr I Made Gede Dwi Lingga Utama, Sp.A(K) memperingati masyarakat khususnya yang lahir setelah 1980 bahwa mereka rentan kena cacar monyet. Kenapa?

Menurut dr Dwi Lingga, mereka yang lahir setelah 1980 dipastikan tidak menerima vaksin smallpox atau vaksin cacar. Sebab, di tahun tersebut dunia secara serentak memutuskan bahwa cacar sudah hilang dari muka bumi.

"Karena dinyatakan hilang, vaksin cacar atau vaksin smallpox ditiadakan sejak saat itu. Nah, mereka yang lahir setelah 1980 otomatis tidak menerima vaksin cacar dan itu kenapa kelompok ini rentan kena cacar monyet yang sekarang mewabah," papar dr Dwi Lingga di Live Instagram @idai_ig.

Makanya, di Inggris di awal-awal kasus kemunculan cacar monyet, ahli kesehatan dari negara tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa ada kecurigaan tidak adanya kekebalan akan cacar di masa sekarang membuat cacar monyet merebak di luar negara non endemik.

Vaksin smallpox pun saat ini tidak tersedia. Meski begitu, kata Ahli Infeksi dan Penyakit Tropis Anak dr Irma Rezky Ratu, Sp.A(K), vaksin smallpox tengah diteliti ulang dan dikembangkan. "Saat ini, vaksin smallpox tengah dikembangkan ulang dan diharapkan bisa menjadi jawaban atas wabah cacar monyet," tambah dr Irma.

Sementara itu, dr Dwi Lingga menjelaskan bahwa bukan hanya orang yang lahir setelah 1980 yang rentan terkena cacar monyet. Ada beberapa kelompok orang lainnya yang berisiko tinggi terinfeksi cacar monyet. Siapa saja mereka?

1. Orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah

2. Orang yang tinggal di daerah endemik cacar monyet, seperti di negara-negara Afrika.

3. Orang yang melakukan kontak langsung dengan hewan yang bisa menularkan virus cacar monyet, seperti kera, tupai, dan tikus tertentu.

4. Pemburu hewan yang tinggal di benua Afrika.

5. Orang yang bepergian ke negara yang melaporkan adanya kasus cacar monyet. Artinya, bukan hanya mereka yang baru dari Afrika, tapi juga negara non endemik yang melaporkan kasus monkeypox.

Dia melanjutkan, salah satu cara penularan virus tersebut pun bisa terjadi lewat benda mati. Tapi, sama dengan virus Covid-19, dia diketahui bisa hidup di benda mati dalam waktu tertentu. Nah, pada kasus virus cacar monyet, hingga saat ini belum ada penelitian khusus terkait hal tersebut.

"Pada prinsipnya, cacar monyet bisa menular lewat benda mati asalkan virusnya masih hidup. Berapa lamanya virus bertahan di baju atau tempat keras seperti meja, kami tidak bisa mengira-ngira karena memang belum ada penelitiannya," terang dr Dwi Lingga.

Dia menambahkan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui permasalahan ini. Sebab, itu akan menjadi penting sehingga orang yang sehat tidak tertular virus dari hanya memegang benda mati yang ternyata terkontaminasi virus.

"Kami selalu mengimbau kepada masyarakat, termasuk anak-anak untuk rutin cuci tangan. Ini protokol kesehatan yang sangat penting saat ini dan mendasar sebetulnya. Jika tangan dipastikan bersih, kemungkinan penyebaran virus pun semakin minim," tambah dr Dwi Lingga.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini