Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berantas Investasi Bodong Harus dari Hulu ke Hilir

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Selasa 14 Juni 2022 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 620 2611519 berantas-investasi-bodong-harus-dari-hulu-ke-hilir-UUrLgHtI4N.jpg Berantas investasi bodong (Foto: Freepik)

JAKARTA – Masyarakat harus waspada terhadap aksi investasi bodong. Masyarakat lebih baik investasi pada aset yang telah mendapatkan legalitas dari pemerintah, serta memanfaatkan pihak penyedia jasa yang terdaftar di otoritas terkait.

Pasalnya, izin operasional yang dikantongi oleh pihak perantara menjadi jaminan keamanan yang unggul. Selain itu, pilihan pada aset investasi resmi seperti saham, obligasi, reksa dana, atau perbankan, juga mampu mencegah terjadinya penipuan.

Direktur Riset Center of Reform on Ekonomics (Core) Piter Abdullah menilai mengatasi investasi bodong harus dari hulu ke hilir. Di hulu, otoritas dan pemerintah dan masyarakat harus terus menyuarakan, melakukan edukasi, dan sosialisasi tentang investasi aman dan ciri-ciri investasi bodong.

"Di hilir, penegak hukum harus tegas mencegah dan memberikan hukuman kepada mereka yang terlibat," ujarnya, Selasa (14/6/2022).

Belakangan ini Bareskrim membongkar sejumlah kasus investasi abal-abal robot trading mulai dari Fahrenheit, investasi bodong bermodus suntikan modal alat kesehatan (alkes), Binomo, Viral Blast, dan sejumlah bentuk pengembangan dana lainnya. mengatakan selama ini banyak skema investasi yang menawarkan iming-iming imbal hasil tinggi. Celakanya, sasaran dari pelaku mayoritas adalah investor pemula yang minim literasi keuangan.

Terungkapnya sejumlah modus investasi bodong dinilai dapat memberikan jaminan keamanan dan perlindungan bagi investor. Menurutnya, sejalan dengan aksi agresif Bareskrim maka masyarakat mendapatkan jaminan keamanan lantaran aparat penegak hukum melakukan penanganan dengan meringkus sederet perusahaan investasi abal-abal tersebut.

"Kinerja Bareskrim bagus tetapi tetap perlu dipertahankan dan ditingkatkan terutama pada kejahatan cyber," ujarnya.

Dia menambahkan, gerak cepat Bareskrim itu perlu diimbangi dengan pendalaman literasi keuangan oleh pemangku kebijakan lainnya, sehingga pengetahuan masyarakat terhadap investasi aman lebih mumpuni.

Menurutnya, apabila literasi keuangan tidak dilakukan dengan masif, maka modus serupa tidak tertutup kemungkinan kembali terulang, dan bermuara pada banyaknya masyarakat yang terjebak dalam investasi abal-abal.

"Mengatasi penipuan investasi bodong tidak bisa Bareskrim sendiri. Semua pihak bisa ikut terlibat dan aktif membantu," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini