Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lada Hitam Asal Lampung Siap Dongkrak Devisa RI

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 620 2619001 lada-hitam-asal-lampung-siap-dongkrak-devisa-ri-nCOduYUAzV.jpg Potensi ekspor lada hitam (Foto: Freepik)

JAKARTA Lada hitam asal Lampung siap menjadi penyumbang devisa RI. Lada hitam ini dikembangkan melalui Desa Devisa yang merupakan kolaborasi antara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan Kementerian Perindustrian.

Peresmian ini disaksikan secara langsung maupun daring oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Menkomarves), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Menteri Perindustrian, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Gubernur Lampung, Bupati Pesawaran, Disperindag Provinsi Lampung, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cahaya Baru, serta IKM Kemenperin.

Proyek kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Industri Kecil dan Industri Menengah Berorientasi Ekspor yang telah ditandatangani oleh LPEI dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI pada tanggal 30 Mei 2022 yang lalu guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor dan mengembangkan potensi wilayah.

“Kemenperin RI sudah memiliki program Desa Devisa yang bekerjasama dengan LPEI dan ini sebagai percontohan, kami bekerjasama dengan Kabupaten Lampung Timur dengan komoditas pilihannya adalah lada hitam,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Senin (27/6/2022).

Desa Devisa Klaster Lada Hitam terdiri atas enam desa di wilayah Kabupaten Lampung Timur yaitu Desa Sukadana Baru, Catur Swako, Tanjung Harapan, Negeri Katon, Putra Aji Dua dan Surya Mataram. Terdapat 505 orang petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) Cahaya Baru dan 80 orang di antaranya merupakan petani perempuan.

Keunggulan lada hitam Lampung ini memiliki karakteristik cita rasa dan aroma khas yang tidak dimiliki oleh lada hitam dari daerah lain, sehingga dengan keunikan ini Provinsi Lampung telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Lada Hitam yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Sertifikat IG ini menunjukan bahwa komoditas lada Lampung memiliki reputasi kualitas yang baik dan menjadikan lada hitam sebagai komoditas unggulan Lampung.

Melalui program Desa Devisa Klaster Lada Hitam Lampung, LPEI akan berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi para petani lada hitam sehingga nantinya mampu meningkatkan kualitas produksi serta menciptakan produk yang bernilai tambah yang sesuai dengan permintaan pasar global.

Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso menyampaikan bahwa melalui program Desa Devisa Klaster Lada Hitam, LPEI terus berupaya untuk memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada Gapoktan Kabupaten Lampung Timur sehingga mampu melakukan ekspor secara mandiri.

“Kolaborasi LPEI dengan Kementerian terkait serta pemangku kepentingan di bidang komoditas lada hitam juga mendukung program Indonesia Spice Up. The World (ISUTW), yang diharapkan akan meningkatkan ekspor bumbu dan rempah Indonesia, mendorong kuliner Indonesia bisa hadir di mancanegara serta memberi nilai tambah bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan usaha kuliner restoran Indonesia di mancanegara,” ujar Riyani.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini