Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Idul Adha, Pedagang Hewan Kurban: Sapi Sudah Dicek dan Suntik Vitamin

Heri Purnomo, Jurnalis · Sabtu 02 Juli 2022 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 02 620 2622409 jelang-idul-adha-pedagang-hewan-kurban-sapi-sudah-dicek-dan-suntik-vitamin-F5M78UZppw.jpg Pedagang kurban mengeluhkan wabah PMK (Foto: MPI)

JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2022 pedagang hewan kurban melakukan sejumlah persiapan. Mereka harus memastikan hewan kurban yang dijual sehat dan bebas dari wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).

Salah satu pedagang hewan kurban, Darwis (29) mengatakan bahwa untuk mamastikan bahwa hewan kurban yang dia jual aman dari PMK adalah dengan pengambilan sapi dari daerah yang tidak terpapar wabah PMK.

"Sapi kita dari Bali, kemarin pas pengambilan sapi dari Bali itu belum kena PMK," katanya kepada MNC portal, Sabtu (2/2022).

Selain itu, dirinya juga dengan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan kesehatan sapi sapinya dan sudah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

"Kita berkordinasi dengan dinas terkait untuk menjaga sapi-sapi kita layak kurban, sapi kita sehat semua, bobot bertambah dan sakitnya hilang semua," katanya.

"Sapi datang awal sudah di cek, disuntik vitamin C dan antibiotik, kemudian ketika ada indikasi gejala PMK mereka datang untuk melakukan penyuntikan baik obat maupun vitamin untuk hewan," katanya.

Selain itu, dirinya mengatakan bahwa jumlah hewan yang dia jual saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana pada tahun sebelumnya sekitar 200 ekor, namun saat ini hanya 126 ekor.

"Saya kurangi, tahun lalu saya belanja 200 ekoran, kalau sekarang 126, itu berkurang 40% lah, karena kekhawatiran adanya pmk," katanya.

"Jadi kalau sapi tumbang dan untung kita nggak seberapa kemudian sapinya tumbang (karena PMK) itu perih kali diceritakan," katanya.

Darwis mengatakan bahwa sapi yang dia jual di lapaknya dijual dari harga Rp14 juta sampai Rp30 juta. Dan itu tergantung bobot sapi tersebut.

"Karena kita jualnya per kilo, kita ngejualnya pakai sistem timbang ditempat," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini