Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Angin Segar, Industri Tekstil RI Dapat Insentif Harga Mesin Rp1,93 Miliar

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 04 Juli 2022 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 620 2623073 jadi-angin-segar-industri-tekstil-ri-dapat-insentif-harga-mesin-rp1-93-miliar-Ox4h1gMbIQ.JPG Ilustrasi tekstil. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memberikan insentif potongan harga mesin pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT) senilai Rp1,93 Miliar bulan ini.

Program tersebut dilakukan agar kinerja industri TPT lebih produktif dan berdaya saing.

"Pada tahun 2022, anggaran Kemenperin untuk pemberian insentif potongan harga mesin adalah Rp5 Miliar. Hingga 27 Juni 2022, Kemenperin telah menyetujui potongan bagi 10 perusahaan yang telah menstimulus investasi mesin baru dari industri sebesar Rp53,9 Miliar. Total potongan harga yang diberikan sebesar Rp3,07 Miliar, sehingga masih tersisa anggaran sebesar Rp1,93 Miliar yang rencananya akan direalisasikan pada Juli 2022," kata Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Elis Masitoh di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Dia mengatakan pemberian insentif ini merupakan stimulus bagi perusahaan, supaya menggunakan mesin dan peralatan lebih modern, efisien, hemat energi serta lebih ramah lingkungan.

 BACA JUGA:Tekstil Impor Wajib Punya Standar Nasional Indonesia

Sambungnya, program pemberian insentif potongan harga mesin ini merupakan kelanjutan dari Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan pada industri TPT, Alas Kaki dan Kulit yang pernah dilakukan pada tahun 2007-2015.

"Berkaca dari tahun 2007-2015, upaya tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap kinerja industri dengan penambahan investasi mesin peralatan sebesar Rp13,82 triliun sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kapasitas produksi pada industri TPT sebesar 21,75%, peningkatan realisasi produksi 21,22%, efisiensi energi sebesar 11,86%, peningkatan volume penjualan dalam negeri dan ekspor sebesar 6,65%, dan penambahan jumlah tenaga kerja sebanyak 28.295 orang," jelasnya.

Maka dari itu, Kemenperin akan terus melanjutkan program restrukturisasi mesin ini pada tahun 2023 mendatang dengan alokasi anggaran sebesar Rp7 miliar.

”Pada tahun-tahun ke depan, program ini diharapkan dapat menjadi sinyal positif untuk investasi mesin/peralatan dalam rangka peningkatan produktivitas dan daya saing industri. Semoga perusahaan yang mendapatkan insentif dalam program ini dapat terus survive dalam persaingan global dan industri tekstil semakin berjaya,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini