Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendiri ACT Jalani Pemeriksaan, Sudah Tiba di Gedung Bareskrim Polri

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 11 Juli 2022 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 620 2627315 pendiri-act-jalani-pemeriksaan-sudah-tiba-di-gedung-bareskrim-polri-nGro4C89iJ.jpg Pendiri ACT Ahyudin. (Foto: Ant)

JAKARTA - Pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin tiba di Gedung Bareskrim Mabes Polri untuk kedua kalinya. Dirinya akan memberikan keterangan dalam penyidikan dugaan penyalahgunaan dana sosial di lembaga tersebut.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) IV Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Pol. Andri Sudarmaji mengatakan Ahyudin sudah tiba di Gedung Bareskrim dan sedang proses pemeriksaan.

"Ahyudin sudah hadir, yang lainnya belum," kata Andri, Senini (11/7/2022).

Menurut Andri, hari ini ada empat orang yang dimintai keterangan. Selain Ahyudin, penyidik juga melanjutkan pemeriksaan terhadap Presiden ACT Ibnu Khajar.

BACA JUGA:Presiden ACT dan Ahyudin Bakal Diperiksa Kembali Hari Ini

BACA JUGA:Dugaan Penggelapan Dana Ahli Waris Korban Lion Air, Dua Petinggi ACT Diperiksa Bareskrim Hari ini 

Kemudian penyidik juga memanggil manajer operasional, serta bagian keuangan lembaga filantropi tersebut.

Pemeriksaan terhadap empat pengurus ACT tersebut dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB.

"Pemeriksaan sama kayak kemarin mulai jam 10 an, hari ini yang dimintai keterangan termasuk manajer operasional dan bagian keuangan ACT," kata Andri.

Sementara itu, Ahyudin tiba di Gedung Bareskrim Polri didampingi pengacaranya Teuku Pupun Zulkifli. Keduanya masuk lewat pintu yang terpisah. Sehingga hanya pengacara yang dapat ditemui oleh wartawan.

Kepada wartawan Teuku Pupun Zulkifli mengatakan kliennya masih menjalani tahap pemeriksaan untuk menerangkan seputar akta dan legalitas ACT.

Menurut dia, masih ada beberapa tahapan yang akan dilalui pihaknya, dan sesegera mungkin akan diselesaikan.

Terkait dugaan penyelewengan dana sosial ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610, Pupun menyebut hal itu masih dugaan.

"Ya itu kan masih dugaan belum ada pembuktiannya, tentu akan di pemeriksaan ini akan kami jelaskan sejauh mana kapasitasnya, ini kan masih dugaan semua," kata dia seperti dilansir dari Antara.

Ia menegaskan dugaan penyelewengan itu tidak benar. Dan menilai, dugaan tersebut diarahkan kepada kliennya.

Terkait aliran dana ke Al Qaeda, Pupun juga menyatakan hal itu sebagai fitnah.

"Ohh tidak ada itu, itu semua fitnah itu. Itu semua tidak ada itu yang pada Al Qaeda, karena yayasan ini tidak ada afiliasi dengan teroris semua dalam bentuk kemanusiaan itu semua fitnah," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini