Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Pengumuman Inflasi AS, Bagaimana Dampak Pada Industri Perbankan?

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2022 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 620 2628371 jelang-pengumuman-inflasi-as-bagaimana-dampak-pada-industri-perbankan-a7AugCzW0U.JPG Ilustrasi inflasi (Foto: Freepik)

JAKARTA - Industri perbankan Tanah Air tengah menghadapi kekhawatiran menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) pekan ini.

Industri perbankan mewaspadai kenaikan inflasi AS akan melampaui 8,8%.

Ekonom BCA David Sumual mengatakan bahwa, pasar industri perbankan Indonesia memproyeksikan inflasi AS meningkat ke level 8,8% setelah pada bulan lalu menyentuh angka 8,6%.

"Kalau kenaikannya lebih tinggi dari 8,8%, tentu akan membuat pasar bereaksi negatif, ditambah adanya kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga yang lebih tinggi lagi dari perkiraan," kata David saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta, Selasa (12/7/2022).

 BACA JUGA:IHSG Loyo Tertekan Ancaman Inflasi dan Kenaikan Suku Bunga

Dia menyebut saat ini pasar masih cenderung volatil menunggu kepastian inflasi negeri Paman Sam tersebut.

David menambahkan, di tengah ancaman kenaikan inflasi dan suku bunga acuan The Fed, kinerja industri perbankan juga akan ditopang oleh rilis data Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Sebelumnya, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan, para pelaku pasar dalam negeri tengah mencermati dampak dari naiknya inflasi AS yang dapat menyebabkan kinerja rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS.

"Utamanya jika terjadi suatu risiko, seperti kenaikan inflasi yang tidak bisa diimbangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi," katanya pada Senin (11/7/2022).

Menurutnya, konflik antar Rusia dan Ukraina juga akan menambah efek domino negatif terhadap kinerja bursa di negara-negara yang masuk dalam kategori emerging market.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini