Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dukung Peningkatan Izin Usaha UMKM, Erick Thohir: Kita Dorong seperti Maunya Presiden

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2022 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 13 620 2628918 erick-thohir-pastikan-bumn-dukung-peningkatan-izin-usaha-umkm-ojJOgbWR70.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikam komitmen perusahaan pelat mendukung peningkatan izin usaha UMKM.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 BACA JUGA:Saran Jokowi ke UMKM: Manfaatkan Platform Daring untuk Dongkrak Omzet

Erick menyampaikan BUMN didorong untuk bersinergi dengan banyak pihak.

Sinergitas ini telah ditunjukan oleh Kementerian BUMN, Kementerian Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Erick bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada ratusan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Gedung Olahraga Nanggala Kopassus, Jakarta Timur, Rabu (13/7/2022).

"Tadi Bapak Presiden sudah memerintahkan bagaimana Online Single Submission (OSS) yang 1,5 juta, yang tadinya targetnya 3 ribu per hari sekarang alhamdulillah sudah mencapai 7 ribu per hari, tetapi kita harus dorong lebih tinggi lagi seperti maunya Bapak Presiden," ujar Erick.

Dalam diskusi dengan Teten dan Bahlil, ucap Erick, ketiganya sepakat akan menyambungkan data UMKM yang ada di masing-masing kementerian. Erick mengaku akan mengintegrasikan 12,7 juta nasabah ibu-ibu dalam program PNM Mekaar dan nasabah UMKM bank-bank himbara ke dalam sistem tersebut.

"Insya Allah kalau ini kita bisa digabungkan, dari 1,5 juta menjadi 10 juta bukan hal yang tidak mungkin ke depan," lanjut Erick.

Erick juga mendorong bank-bank Himbara untuk meningkatkan penyerapan akses KUR bagi para UMKM. Erick mengatakan pemerintah menyediakan Rp373 triliun untuk program KUR tahun ini dan baru terserap 50%.

"Kami diminta presiden kalau bisa kita mencapai 30% pendanaan untuk UMKM tercapai di perbankan pada 2024. Rp373 triliun ini sesuatu yang luar biasa, yang mana Bapak Presiden pemerintah memberikan subsidi 13 persen jadi yang masuk ke paket KUR ini tiga persen," ucapnya.

Menurutnya, pemerintah juga akan melakukan evaluasi berkala dalam pemberian subsidi KUR.

Hal ini akan disesuaikan dengan keuangan negara.

Erick menyebut tiga kementerian ini mendapat tugas untuk meningkatkan penyerapan KUR yang masih tersisa 50 persen.

Erick menilai penyerapan KUR memerlukan kolaborasi antarlini, tak hanya antarkementerian, melainkan juga pemerintah daerah.

"Ini masih ada 50% yang jumlahnya harus terserap, tentu kami berharap juga para pemerintah daerah, gubernur, bupati, terbuka bekerja sama dengan kami, karena tidak mungkin kita sukses kalau tidak bekerja sama," pungkas Erick.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini