Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alami 10 Gejala Ini, Coba Tes PCR Cacar Monyet Deh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 27 Juli 2022 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 620 2637226 alami-10-gejala-ini-coba-tes-pcr-cacar-monyet-deh-PHpDr1TCgg.jpg Ilustrasi Cacar Monyet. (Foto: Reuters)

KASUS cacar monyet memang telah menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian khusus dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pasalnya kasus cacar monyet telah menyebar ke 74 negara dan terus bertambah.

Salah satu negara yang mencatatkan kenaikan kasus cacar monyet adalah Singapura. Negara Tetangga Indoensia ini pun telah mengonfirmasi 9 kasus cacar monyet di negaranya.

Karena negara ini berdekatan dengan Indonesia, masyarakat perlu menyikapi serius penyakit tersebut. Dokter pun diimbau untuk segera melakukan tes jika menemukan gejala mengarah ke cacar monyet pada pasien. Negara tetangga Indonesia lainnya yang sudah melaporkan kasus cacar monyet adalah Thailand. Negara itu melaporkan 1 kasus cacar monyet.

"Dengan ditemukannya kasus cacar monyet di Singapura, maka masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan masuknya virus ini ke Indonesia," kata dr. Adityo Susilo, SpPD, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), menurut laporan tertulis Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang diterima MNC Portal.

Dokter Adityo melanjutkan, kewaspadaan ini menjadi lebih penting terutama pada populasi khusus yang punya risiko tinggi fatalitas akibat cacar monyet seperti kelompok anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan imunitas rendah (imunosupresi).

"Namun demikian, berkaca dari pandemi Covid-19 yang telah melanda, kita semua harus selalu optimis bahwa dengan bekerja sama, dunia akan mampu bergerak secara cepat menyikapi situasi ini," terang dr Adityo.

Lebih lanjut, dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), Ketua Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, mengatakan bahwa pemahaman yang baik terhadap infeksi cacar monyet dan kewaspadaan dini terhadap kejadian luar biasa atau outbreak menjadi modal utama dalam aspek pencegahan.

"Upaya untuk menghindari kontak dengan pasien yang diduga terinfeksi merupakan kunci pencegahan yang dinilai paling efektif pada saat outbreak, diiringi dengan upaya surveilans dan deteksi dini kasus aktif guna melakukan karantina untuk mencegah penyebaran yang lebih luas," ungkapnya.

Dokter Agus juga meminta kepada tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat yang menemukan gejala cacar monyet pada pasien agar segera melakukan tindak lanjut dengan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) yakni metode pemeriksaan virus cacar monyet dengan mendeteksi DNA virus tersebut.

Kementerian Kesehatan sendiri menegaskan bahwa Indonesia sudah kompeten melakukan pemeriksaan cacar monyet. Bukan hanya alat PCR yang sudah tersedia, tapi juga reagen cacar monyet sebanyak 500 sudah dibeli Indonesia dari WHO.

"Selain itu, nakes juga diharapkan bisa segera melaporkan segala temuan yang mengarah ke cacar monyet ke Dinas Kesehatan setempat agar bisa segera dilakukan surveilans dan tindakan lanjut lainnya," tambah dr Agus.

Perlu dicatat, menurut laman The Sun, gejala cacar monyet itu pada umumnya terjadi dalam dua fase. Pada fase pertama, gejalanya adalah:

1. Demam 38 derajat celcius atau lebih

2. Sakit kepala

3. Nyeri otot

4. Sakit punggung

5. Kelenjar bengkak

6. Panas dingin

7. Kelelahan

Lalu pada fase kedua, gejala sudah semakin serius yang mana penampakan kulit akan terlihat berubah. Kondisi ini terjadi paling umum 3 hari setelah demam. Gejala di fase kedua adalah:

1. Ruam di kulit

2. Luka di kulit

3. Bintik-bintik

"Ruam cacar monyet muncul di kulit biasanya 5 hari setelah gejala pertama muncul," kata NHS.

Laporan itu menambahkan, bintik-bintik cacar monyet biasanya dimulai di wajah, baru kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. "Ruam di wajah lebih dominan, sekitar 95 persen kasus, sedangkan di tangan 75 persen," tambah Badan Kesehatan Dunia (WHO).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini