Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Insiden Suporter PSS Sleman yang Tewas, Ketum PSSI: Jangan Sampai Terulang Lagi!

Rio Eristiawan, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 620 2641889 soal-insiden-suporter-pss-sleman-yang-tewas-ketum-pssi-jangan-sampai-terulang-lagi-kp3cZXjYNa.jpg Ketum PSSi sampaikan duka cita dan harapkan tak terjadi insiden seperti ini lagi (Foto: PSSI)

KABAR duka yang menyelimuti PSS Sleman usai kehilangan suporter setianya, juga dirasakan Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI). Melalui Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan berharap kejadian ini tidak terulang lagi.

Pria 60 tahun itu juga menegaskan kepada semua pihak, agar saling menjaga satu sama lain ketika tengah mendukung tim kesayangannya berlaga. Selain itu, ia juga meminta timnya dari Divisi Pembinaan Suporter terus berkomunikasi dengan semua pencinta sepakbola di Indonesia, agar insiden ini tidak terulang lagi.

Ketua Umum PSSI

(Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan)

Ya, seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, salah satu suporter PSS Sleman, Tri Fajar Firmansyah meninggal dunia akibat bentrokan antar suporter. Almarhum Tri Fajar jadi korban salah sasaran bentrok oknum suporter di sekitar Yogyakarta.

Hal itu dipicu laga antara Persis Solo vs Dewa United yang berlangsung di Stadion Madya Magelang, pada Senin 25 Juli 2022 silam. Insiden bentrokan antara suporter Persis Solo dengan sekumpulan warga di Jalan Tugu Gejayan yang diduga merupakan suporter PSIM Yogyakarta. Bentrokan tersebut pun memakan satu korban jiwa.

Tri Fajar salah satu suporter PSS Sleman harus meregang nyawa, setelah mengalami koma. Sebenarnya, Tri Fajar tidak terlibat dalam keributan tersebut yang ketika itu sedang menjaga parkir di kawasan Babarsari menjadi korban salah sasaran.

Mengenai hal tersebut, Mochamad Iriawan mengatakan PSSI turut berduka cita atas meninggalnya salah satu suporter PSS Sleman dalam insiden tersebut. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menjelaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan sesuai dengan keinginan PSS Sleman untuk mencari pelaku pengeroyokan.

"Kami dari Federasi turut berduka cita atas meninggalkan suporter PSS Sleman, tentunya kita bersedih dan juga tidak ingin peristiwa ini terjadi," kata Mochamad Iriawan dalam konferensi pers virtual.

Suporter Timnas Indonesia

(Ilustrasi suporter sepakbola di Indonesia)

"Berikutnya tentu, sesuai dengan apa yang diminta oleh PSS Sleman, pihak keamanan harus melakukan penyelidikan. Lalu, untuk suporter mudah-mudahan jangan ada lagi kejadian seperti ini,” terangnya.

Iwan Bule juga mengingatkan kepada suporter untuk tidak mengulangi kejadian serupa. Mochamad Iriawan berharap kejadian seperti ini menjadi yang terakhir kalinya, karena banyak pihak yang dirugikan.

"Ingat, kita memang mendukung tim kesayangan, tapi tidak ada boleh terjadi bentrokan dan akhirnya merenggut nyawa. Seharusnya juga pihak keamanan bisa menakar ini dan bagi para suporter harus bisa menahan diri," tuturnya.

"Saya minta pak Budiman selaku divisi pembinaan suporter untuk terus berkomunikasi dengan mereka dan saya berharap ini jadi yang terakhir karena semuanya rugi karena ada korban dan ada juga yang terkena masalah. Untuk apa itu terjadi, yang jelas semoga proses hukum berjalan, sesuai keinginan pihak PSS," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini