Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akses Air Bersih Bisa Jadi Kunci Atasi Stunting di Kawasan Pedesaan

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 24 Agustus 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 24 620 2653722 akses-air-bersih-bisa-jadi-kunci-atasi-stunting-di-kawasan-pedesaan-RDHJipa90M.jpg Ilustrasi Anak Stunting. (Foto: Shutterstock)

AKSES air bersih dan sanitasi di kawasan pedesaan Indonesia, terbilang masih menjadi tantangan tersendiri. Khususnya bagi mereka yang cukup jauh dari perkotaan, seperti di kawasan Desa Sentabai, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal ini pun berpengaruh terhadap jumlah stunting di daerah itu.

Menurut data Badan Pusat Statistik, kurang dari 80 persen penduduk memiliki akses terhadap layanan sumber air minum yang layak. Kondisi ini secara tidak langsung dapat memengaruhi asupan gizi anak, sehingga menyebabkan anak sering sakit dan tidak dapat menyerap asupan nutrisi dengan optimal.

Hal tersebut dapat menyebabkan kekurangan gizi kronis pada anak atau sering disebut dengan stunting. Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sudarso mengatakan, bahwa pada 2019 sebesar 32 persen kasus stunting terjadi di kabupaten tersebut.

"Tahun ini, angka tersebut mengalami penurunan menjadi 31 persen," katanya kepada MNC Portal saat melakukan sosialisasi sanitasi dan instalasi air di Dusun Jentu, Desa Sentabai, Kalbar.

Lebih lanjut dia mengatakan, tingkat prevalensi stunting di kawasan Kapuas Hulu sendiri masih di atas rata-rata nasional, yaitu sebanyak 24 persen. Maka dengan adanya bantuan dan sosialisasi tersebut diharapkan dapat lebih menurunkan angka stunting di Kalbar. "Kita harus melakukan berbagai intervensi ke masyarakat untuk menurunkan angka stunting di Kapuas Hulu," ujarnya.

Sementara itu Deputy CEO Perkebunan Sinar Mas (PSM) Kalimantan Barat, Benny Setiawan menambahkan, untuk mencegah meningkatnya stunting, salah satunya bisa dilakukan dengan peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui ketahanan pangan, yakni menyediakan peralatan bercocok tanam.

Kemudian mendorong para ibu menanam sayuran di pekarangan rumah, sanitasi dengan membangun fasilitas MCK dan akses terhadap air bersih."Akses air bersih dan sanitasi yang baik merupakan kunci dalam membangun ketahanan masyarakat," terangnya.

Menurut data yang dihimpun, Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang mengalami prevalensi stunting yang tinggi di Indonesia di angka 29,8 persen, di mana rata-rata nasional di 24 persen. Lalu saat ini, pemerintah Kalimantan Barat memiliki target untuk dapat menurunkan angka tersebut menjadi 17 persen di 2024 yang akan datang.

Adapun survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%. Sementara 7 provinsi dengan prevalensi Stunting tertinggi disebutkan Wapres yakni NTT, NTB, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Aceh.

Pada 5 Agustus 2021, Presiden RI telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan sebagai dasar hukum pelaksanaan program percepatan. BKKBN juga telah menyusun rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting sebagai turunan Perpres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini