Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menanti Asa Vaksin Merah Putih dan IndoVac untuk Booster Covid-19

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 15 September 2022 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 620 2668141 menanti-asa-vaksin-merah-putih-dan-indovac-untuk-booster-covid-19-atprmxf8za.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH memang mewajibkan mereka yang ingin beraktivitas di tempat umum, apalagi yang menggunakan fasilitas umum mendapatkan vaksin Covid-19. Sebut saja kereta api yang mewajibkan penumpangnya minimal vaksin satu kali Covid-19 jika ingin bepergian.

Nah, salah satu masalah yang dihadapi pemerintah dalam mempercepat persebaran vaksin adalah jumlah vaksin yang dimiliki. Apalagi, mayoritas dari vaksin tersebut merupakan vaksin yang dibeli atau didapat dari luar negeri.

Indonesia pun tengah mengupayakan vaksin Covid-19 untuk menangani dan pencegahan Covid-19. Vaksin tersebut diketahui ada dua yaitu Merah Putih dan IndoVac. Tapi, apakah vaksin ini bisa digunakan untuk dosis ketiga atau booster?

Menurut dokter spesialis paru Dr Erlina bahwa hasil dari kedua vaksin tersebut masih menunggu Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) badan POM Indonesia.

"Saya kira kita tunggu ITAGi dan BPOM karena kan vaksin baru dipake dulu buat primer," ujar Dr. dr. Erlina Burhan, MSc., Sp.P.(K), Dokter Spesialis Pulmonologi dan Pengobatan Pernafasan dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam Webinar Vaksinasi Booster di Gedung Astrazeneca.

Menurutnya, vaksin Merah Putih dan IndoVac mempunyai kesempatan untuk digunakan sebagai Booster. "Mudah-mudahan bisa ya," jelasnya.

Sekadar informasi, vaskin IndoVac digagas sejak November 2021, kini tengah masuk dalam fase uji klinis ketiga. Apabila sudah mendapatkan izin, untuk tahap awal, Bio Farma memproduksi maksimal 20 juta dosis.

Jumlah tersebut dapat dinaikkan menjadi 40 juta dosis per tahun 2023 dengan penambahan fasilitas produksi, dan kapasitan produksi bisa dinaikkan menjadi 100 juta dosis per tahun pada 2024 tergantung pada kebutuhan dan permintaan.

"Kemudian IndoVac bisa digunakan untuk vaksinasi individu berusia 18 tahun ke atas secara massal. Di sisi lain, secara paralel, Bio Farma sudah memulai uji klinis untuk vaksin lanjutan (booster) sejak 1 September 2022," Honesti Basyir, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), dalam keterangan yang diterima MNC Portal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini