Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu Retno: Gerakan Non-Blok Masih Berutang Atas Kemerdekaan Palestina

Widi Agustian, Jurnalis · Senin 26 September 2022 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 620 2674904 menlu-retno-gerakan-non-blok-masih-berutang-atas-kemerdekaan-palestina-zTT5pgAi68.jpg Menlu Retno Marsudi. (Foto: Ant)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan bahwa Gerakan Non-Blok (GNB( masih berutang atas kemerdekaan Palestina. Hal tersebut diungkap Menlu Retno dalam Pertemuan Tingkat Menteri GNB terkait Palestina di PBB.

"Dalam seminggu terakhir, kita bicara banyak mengenai krisis global. Tetapi satu hal yang tidak boleh kita lewatkan adalah komitmen kita untuk Palestina. Membebaskan Palestina dari penjajahan adalah 'hutang' kita bersama," kata Retno dalam pertemuan GNB di New York, demikian menurut keterangan Kementerian Luar Negeri, dilansir dari Antara, Senin (26/9/2022).

"Salah satu alasan mengapa isu Palestina tetap berada dalam agenda Gerakan Non-Blok dan masih belum terselesaikan adalah karena adanya kesenjangan antara komitmen dengan apa yang sesungguhnya dilaksanakan oleh GNB. Kita tidak melakukan walk the talk, kita hanya bicara, tapi tidak berbuat," ujar Retno.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa Indonesia merasa bangga dapat berdiri di jajaran paling depan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta menyampaikan kembali komitmen teguh Indonesia untuk mendukung solusi dua negara (two-state solution).

Menurut Retno, GNB seharusnya dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong dimulainya proses perdamaian Palestina-Israel karena GNB terdiri atas 120 negara, yang artinya memiliki 60 persen suara di PBB.

"Ini jelas akan membawa perbedaan. Selain itu, saat ini terdapat lima negara GNB yang menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB," ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyampaikan tentang adanya kekerasan yang terus berlanjut di Palestina yang dapat menghambat proses perdamaian bagi rakyat Palestina.

Terkait hal itu, Retno mengajak negara anggota GNB untuk merapatkan barisan dan menyatukan posisi dalam melakukan upaya-upaya perdamaian bagi Palestina.

"Dengan 139 negara telah mengakui Palestina sebagai negara, kita harus terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina, hingga kemerdekaan Palestina tercapai," ucapnya.

Komite Palestina GNB adalah salah satu kelompok kerja di GNB yang dibentuk untuk memperkuat dukungan negara anggota GNB untuk kemerdekaan Palestina.

Pertemuan di New York kali ini dipimpin oleh Azerbaijan selaku Ketua GNB.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini