Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konversi ke Kompor Listrik, Masyarakat Dinilai Bakal Tetap Pakai LPG 3 Kg

Clara Amelia, Jurnalis · Selasa 27 September 2022 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 620 2675681 konversi-ke-kompor-listrik-masyarakat-dinilai-bakal-tetap-pakai-lpg-3-kg-8gtnfkPmwI.png Kompor Listrik (Foto: Freepik)

JAKARTA - Pemerintah menggencarkan konversi LPG 3 kg ke kompor listrik dengan membagikan kompor listrik gratis ke masyarakat. Namun kebijakan ini akan berjalan kurang optimal jika tidak ada penarikan LPG 3 kg.

"Hal ini karena bisa saja masyarakat tetap akan menggunakan kompor elpijinya. Maka subsidi terhadap program kompor listrik jadi tak bermakna," ujar pengamat energi Sofyano Zakaria dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (27/9/2022).

BACA JUGA: Daftar Harga Kompor Listrik Murah Merah, dari Rp130.000 hingga Rp1,6 Juta 

Sofyano menambahkan, program kompor listrik jika berjalan secara masif dan dalam skala besar, maka mau atau tidak hal itu akan berdampak terhadap nasib para penyalur elpiji 3 kg yaitu ratusan pengusaha SPBE, belasan ribu agen elpiji 3 kg, puluhan ribu pangkalan langka yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Mereka punya andil besar dalam membantu pemerintah sejak menyalurkan minyak tanah sampai menyalurkan elpiji 3 kg. Sementara program konversi ke kompor listrik jelas tidak membutuhkan keterlibatannya," kata Sofyano.

Sementara itu, kabar yang menyebutkan kompor listrik digencarkan karena over supply listrik, lanjut Sofyano menjelaskan, over supply adalah masalah PLN terkait dengan pihak swasta pemilik pembangkit listrik yang menjual listrik ke PLN.

"Jadi menurut saya, beban berat yang ditanggung PLN akibat sistem Take Or Pay (TOP) pada jual beli listrik dari swasta ke PLN," katanya.

BACA JUGA: Evaluasi Program Kompor Listrik, Begini Kata Dirut PLN 

Menurut dia, sepanjang sistem TOP masih berlaku, penggunaan listrik tidak bertambah serta TDL tidak naik, maka PLN tetap akan menanggung beban berat yang tidak mungkin bisa diselesaikan hanya lewat program kompor listrik saja.

"Kompor induksi membutuhkan daya (power) yang sangat besar, minimal 2.000 watt untuk satu unit kompor induksi," katanya.

Sebelumnya, PT PLN saat ini mengakui terus fokus dalam pendampingan dan evaluasi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk program uji coba yang telah dilaksanakan kepada 1.000 KPM di Solo dan 1.000 KPM di Denpasar.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif pada Kamis (23/9).

 

Darmawan bilang arahan pemerintah sangat jelas dan PLN menindaklanjuti dengan berbagai perbaikan pada program uji coba di dua kota tersebut.

"Kami terus memberikan pendampingan kepada masyarakat penerima manfaat, sampai benar-benar dapat mengoperasikan penggunaannya secara mandiri dan beralih sepenuhnya ke kompor listrik,” kata Darmawan dalam keterangan resmi, Senin (26/9/2022).

Masyarakat penerima program peralihan kompor listrik adalah pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA. Darmawan menegaskan tidak ada perubahan daya listrik pelanggan.

PLN menyediakan jalur kabel listrik khusus untuk memasak dengan daya yang cukup untuk kompor listrik. Jalur kabel ini terpisah dari intalasi listrik yang sudah ada dan tarif yang dikenakan juga tidak mengalami perubahan.

"Meskipun disediakan jalur kabel khusus memasak oleh PLN, daya listrik KPM tidak mengalami perubahan. Yang 450 VA tetap 450 VA, yang 900 VA juga tetap 900 VA. Kami juga memastikan, tidak ada pengalihan daya 450 VA ke 900 VA sebagaimana yang sempat beredar di masyarakat," ujar Darmawan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini