Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tragedi Berdarah di Stadion Kanjuruhan, Pemain dan Pelatih PSM Makassar Ikut Berduka

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 620 2679832 tragedi-berdarah-di-stadion-kanjuruhan-pemain-dan-pelatih-psm-makassar-ikut-berduka-pFKUKVMBim.jpg PSM Makassar ikut berduka atas insiden berdarah di Stadion Kanjuruhan. (Foto: Instagram/@wiljanpluim)

MAKASSAR – Tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan, Malang, dalam laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 memberi duka mendalam bagi banyak pihak. Duka pun turut dirasakan oleh PSM Makassar.

Pemain hingga pelatih PSM Makassar pun menyampaikan belasungkawa atas tragedi yang menewaskan ratusan orang itu. Kejadian itu sendiri diketahui terjadi pada Sabtu 1 Oktober 2022.

Tragedi di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan

BACA JUGA: Media Vietnam Sebut Insiden Stadion Kanjuruhan Masuk Kategori Kerusuhan Terburuk dalam Sejarah Sepakbola!

Lewat unggahan di media sosial, PSM Makassar mengucapkan belasungkawa. Raut wajah terlihat jelas di balik klip video yang berwarna hitam-putih tersebut.

BACA JUGA: Kritisi Insiden Berdarah di Stadion Kanjuruhan, Josep Guardiola: Dunia Sudah Gila!

Selain itu, pihak PSM Makassar juga memberi semangat kepada para korban yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka berharap para korban bisa segera kembali pulih.

“Kami seluruh tim PSM Makassar menyampaikan duka yang sangat dalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, juga mari kita bersama-sama menjadikan tragedi ini sebagai yang terakhir kalinya,” ucap Muhammad Arfan.

“Kami turut berbelasungkawa kepada semua yang menjadi korban. Semua orang yang kehilangan keluarga atau teman atau sahabat dekat. Kami juga berdoa kepada orang-orang yang berjuang di rumah sakit. Kami berharap mereka baik-baik saja,” sahut sang kapten Wiljam Pluim.

Terakhir, giliran sang pelatih, Bernardo Tavares, yang menyampaikan dukacitanya. Dia berharap agar sepakbola di Indonesia kembali normal dan tanpa kekerasan.

PSM Makassar

“Kami mencintai semangat dari suporter. Tapi, kita butuh sepakbola tanpa kekerasan,” ucap Tavarez.

Di akhir video, PSM Makassar pun membuat lingkaran dan menundukkan masing-masing kepala. Tak ketinggalan, tulisan “Pray for Kanjuruhan” mengikuti.

Seperti diketahui, tragedi Stadion Kanjuruhan memakan setidaknya 125 korban jiwa. Jumlah ini tercatat sebagai tragedi terparah kedua sepanjang sejarah sepakbola dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini