Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Barito Pacific Gandeng PLN Dukung Transisi Energi dan Kurangi Emisi Karbon

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Senin 21 November 2022 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 620 2711703 barito-pacific-gandeng-pln-dukung-transisi-energi-dan-kurangi-emisi-karbon-H9wqsr1FQD.jpg Transisi Energi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Grup Barito Pacific bekerjasama dengan PLN untuk mengurangi jejak karbon dan mengurangi emisi gas buang dari kegiatan operasional. Kerjasama diteken dua anak usaha Barito Pacific yaitu Star Energy Geothermal dan Indo Raya Tenaga di sela-sela acara B20 Summit di Bali.

Kedua anak usaha Barito Pacific menandatangani nota kesepahaman bersama dengan Grup PLN untuk mengurangi jejak karbon dan mengurangi emisi gas buang dari kegiatan operasional.

Star Energy Geothermal bekerja sama dengan PLN terkait penggunaan electric vehicle di seluruh area operasionalnya, dimana PLN akan menyediakan charging station untuk mempermudah pengisian baterai.

Sementara itu, Indo Raya Tenaga bekerja sama dengan PLN Enjiniring untuk melakukan studi bersama terkait potensi pengunaan amonia hijau sampai 60% dalam coal-firing.

Presiden Direktur Barito Pacific Agus Salim Pangestu menyampaikan, sebagai salah satu perusahaan energi di Indonesia, Barito Pacific berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah Indonesia dalam transisi energi.

"Kami menyambut baik kolaborasi bersama dengan Grup PLN ini, sebagai langkah nyata dalam mewujudkan prinsip transisi energi yang adil atau just energy transition di mana setiap pemangku kepentingan dan penerima manfaat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peta jalan transisi energi," kata dia, Senin (21/11/2022).

Sementara itu, Group CEO Star Energy Geothermal Hendra Tan menyampaikan, sebagai salah satu operator pembangkit listrik panas bumi di Indonesia, perusahaan menerapkan operasional secara hijau dan ramah lingkungan yang harapannya dapat menjadi contoh praktik yang baik bagi yang lain.

"Kami akan mengganti kendaraan operasional di seluruh area operasional unit pembangkit kami di Wayang Windu, Salak, Darajat dan di kantor pusat Jakarta menjadi electric vehicle tanpa emisi. Hal ini tentunya tidak akan terwujud tanpa dukungan dari PLN dalam penyediaan charging station di lokasi-lokasi tersebut," katanya.

Presiden Direktur Indo Raya Tenaga Peter Wijaya mengatakan, kolaborasi Indo Raya Tenaga bersama PLN Enjiniring ditujukan untuk mempelajari kemungkinan teknis penggunaan amonia hijau sebesar 60% di Pembangkit Ultra Super Critical (USC) Jawa 9 & 10 dan ini adalah pertama kali di Indonesia.

Penggunaan ammonia hijau diatas 20% pada pembangkit listrik, dimungkinkan karena Jawa 9 &10 adalah pioneer dalam penerapan teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) satu-satunya di Indonesia yang berfungsi mengkonversi emisi pembakaran batu bara ataupun ammonia berupa Nitrogen Oksida menjadi air dan nitrogen murni.

"Studi ini diharapkan akan semakin mengukuhkan posisi pembangkit Jawa 9 & 10 sebagai pembangkit USC-SCR yang ramah lingkungan dan siap menjadi pembangkit yang berbahan bakar energi bersih dalam program transisi energi bersih,” ucapnya.

Star Energy Geothermal dan Indo Raya Tenaga merupakan anak usaha Barito Pacific yang berfokus di sektor energi. Star Energy Geothermal merupakan produsen geothermal dengan total kapasitas 875MW. Sementara Indo Raya Tenaga merupakan pemilik pembangkit USC Jawa 9 & 10 yang berkapasitas 2 x 1000 MW. Jawa 9 & 10 adalah satu-satunya pembangkit listrik di Indonesia yang menggunakan teknologi pengontrol emisi paling lengkap dengan adanya SCR, Flue Gas Desulfurization, Electro-Static Precipitator, dan Low Nox burner.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini