Kumpulan Berita
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak sembilan perusahaan masih berada dalam pipeline pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga 23 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sektor kesehatan atau healthcare mendominasi dengan empat perusahaan.
BEI mencatat sembilan perusahaan yang saat ini berada dalam antrean (pipeline) untuk menggelar aksi penawaran umum perdana saham IPO.
Pemprov DKI Jakarta memastikan tetap menjadi pemegang saham mayoritas meski dua Bank Jakarta dan PAM IPO.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengkaji beberapa BUMN yang berpotensi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2027.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat tujuh perusahaan yang saat ini berada dalam antrean (pipeline) untuk menggelar aksi penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat antrean penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di pasar modal domestik saat ini diisi olehntujuh calon emiten. Dari aksi korporasi tersebut, nilai emisi yang dibidik secara keseluruhan diproyeksikan dapat menyentuh angka maksimal hingga Rp4,02 triliun.
Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) kerap menjadi perhatian investor karena menawarkan kesempatan untuk memiliki saham perusahaan.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat tujuh calon emiten yang saat ini berada dalam daftar antrean (pipeline) IPO.