Kumpulan Berita
Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) kerap menjadi perhatian investor karena menawarkan kesempatan untuk memiliki saham perusahaan.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat tujuh calon emiten yang saat ini berada dalam daftar antrean (pipeline) IPO.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sejumlah calon emiten memutuskan untuk menunda rencana penawaran umum perdana saham atau IPO. Penundaan tersebut dipicu oleh dinamika dan volatilitas pasar modal terkini yang dinilai belum kondusif dalam mendukung penetapan harga saham perdana yang optimal bagi korporasi.
Langkah tersebut bertujuan menggalang pendanaan di luar APBN sekaligus menambah likuiditas pasar.
Dony juga mengatakan pengelolaan BUMN di bawah Danantara difokuskan untuk mencapai target tematik yang berbeda setiap tahunnya
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk merevisi target penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) tahun 2026 seiring dinamika pasar yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyatakan pencatatan saham perdana PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menjadi bukti bahwa industri kreatif Indonesia mampu melahirkan perusahaan berskala besar yang layak melantai di pasar modal.
Direktur Utama PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), Nagita Slavina, mengungkapkan bahwa rencana membawa RANS melantai di Bursa Efek Indonesia sebenarnya telah disiapkan sejak 2021. Namun, perusahaan baru memutuskan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2026 setelah menilai kesiapan internal perusahaan dan prospek industri berada pada momentum yang tepat.