Kumpulan Berita
Ketua Umum Himpunan Ahli Pelabuhan Indonesia (HAPI), Wahyono Bimarso, menyoroti lemahnya posisi Indonesia dalam lalu lintas pelayaran internasional, khususnya pada sektor ekspor-impor yang kini hampir sepenuhnya dikuasai oleh kapal asing. Kondisi ini dinilai ironis mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan aktivitas perdagangan yang sangat bergantung pada jalur laut sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD2,66 miliar pada November 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang Januari hingga November 2025 sebesar USD218,02 miliar.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan pemerintah tidak akan melakukan impor beras, gula konsumsi, maupun jagung sepanjang 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan Indonesia akan mencapai swasembada bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar pada 2026. Ditahun tersebut, Pemerintah resmi menghentikan impor solar.
Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai langkah pemerintah yang meniadakan impor beras industri dan beras khusus dalam Neraca Komoditas (NK) 2026 berpotensi memicu hambatan baru di sektor pangan.
Langkah nyata dalam memperkuat kemandirian industri komponen kapal dalam negeri.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor sepanjang Januari hingga Oktober 2025 sebesar USD198,16 miliar. Angka ini naik sebesar 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.