Kumpulan Berita
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan kekhawatiran mendalam atas ledakan yang terjadi pada 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon selatan, yang melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Boroujerdi menilai, perpecahan antar-mazhab akan mudah melemahkan bahkan dapat menghancurkan umat Islam.
Ketiganya dianugerahi medali PBB dan LAF secara anumerta sebagai pengakuan atas pengabdian mereka dalam menjalankan misi UNIFIL di Lebanon selatan.
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat menyampaikan duka cita mendalam, atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tergabung, dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Para menteri luar negeri itu juga menegaskan, tindakan Israel membatasi akses tempat ibadah merupakan pelanggaran terhadap hak dasar untuk beribadah tanpa hambatan.
Prajurit Marinir TNI AL yang bergabung dalam Satgas Kontingen Garuda TNI UNIFIL Lebanon mempunyai pengalaman menegangkan saat bertugas di daerah konflik Lebanon.
United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) disebut tengah menginvestigasi serangan yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI di Lebanon Selatan.
TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL.