Kumpulan Berita
Ratusan aktivis Global Sumud 2.0 dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Malaysia diculik dan disiksa tentara Zionis Israel saat berlayar menuju Gaza.
Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 dijadwalkan tiba di Jakarta pada Minggu (24/5/2026) sore, setelah sebelumnya ditangkap otoritas Israel.
Pemerintah Iran menjatuhkan hukuman penjara total 53 tahun kepada dua wanita, yang dituduh terlibat aktivitas mata-mata untuk Israel. Informasi tersebut disampaikan kantor berita resmi Iran, IRNA.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul turut menyambut dan bertemu langsung dengan para WNI setibanya mereka di Istanbul.
Lebih lanjut, Yudhi menjelaskan bahwa 9 WNI yang saat ini berada Ankara masih di dalam pengawasan otoritas Turki dan GSF.
Andi mengungkapkan, kapal Josef yang ia tumpangi selama misi kemanusiaan tersebut merupakan salah satu dari tiga kapal yang pertama kali diintersep oleh militer Israel pada Senin (18/5).
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu) Sugiono, mengecam keras penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap sembilan warga negara Indonesia (WNI) aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang sebelumnya sempat ditahan saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul, Darianto Harsono, menyambut sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 usai diculik Israel di perairan internasional. Ia menyampaikan para WNI dalam kondisi sehat.