Kumpulan Berita
Tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia telah gugur dalam konflik di Lebanon selatan.
Saat ini, terdapat 756 personel TNI yang bertugas di bawah bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Berbagai kisah heroik pun pernah dialami kontingen Indonesia.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan kekhawatiran mendalam atas ledakan yang terjadi pada 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon selatan, yang melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Ketiganya dianugerahi medali PBB dan LAF secara anumerta sebagai pengakuan atas pengabdian mereka dalam menjalankan misi UNIFIL di Lebanon selatan.
PBB menyerukan agar Israel segera mencabut UU tersebut.
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat menyampaikan duka cita mendalam, atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tergabung, dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Prajurit Marinir TNI AL yang bergabung dalam Satgas Kontingen Garuda TNI UNIFIL Lebanon mempunyai pengalaman menegangkan saat bertugas di daerah konflik Lebanon.
Muhtar yang pernah menjadi pasukan di bawah pimpinan Prabowo Subianto masih ingat salah satu instruksi komandannya tersebut.