Kumpulan Berita
Pihak kedokteran forensik yang melakukan ekshumasi atau autopsi ulang terhadap jasad Sutrimo, orang dekat eks Jampidsus Febrie Adriansyah, telah mengantongi sejumlah hasil. Di antaranya terkait riwayat penyakit yang dialami semasa hidup.
Polisi melakukan ekshumasi atau autopsi ulang terhadap jasad Sutrimo, orang dekat eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah hari ini. Ada sejumlah tahapan yang dilakukan dalam proses ekshumasi tersebut.
Polisi melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo, orang dekat eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah pada hari ini, Rabu (12/8/2026). Proses autopsi ulang itu sendiri dilaksanakan di wilayah Banyumas, Jawa Tengah (Jateng).
Polda Metro Jaya meningkatkan kasus kematian Sutrimo, pria yang bertugas menjaga dan membersihkan rumah eks Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.
Proses hukum kasus misteri kematian Sutrimo, sosok yang bertugas menjaga dan membersihkan rumah eks Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah, kini diambil alih Polda Metro Jaya Soal kematian Sutrimo diketahui terdapat laporan di Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas. Kini, semuanya ditarik ke Polda Metro Jaya.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan akan jemput bola untuk memberikan perlindungan kepada keluarga Sutrimo yang meminta perlindungan terkait pengungkapan kasus kematian kerabatnya tersebut. Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengatakan, pihaknya akan mendatangi keluarga Sutrimo dalam waktu dekat.
Polda Metro Jaya tengah mempersiapkan proses ekshumasi atau pembongkaran makam Sutrimo guna memastikan penyebab kematiannya.
Polisi mengungkap awal mula perkenalan antara Saepul atau SA (26), pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban Kunaefi (51), di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).