Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan Rp508,2 triliun untuk bansos di RAPBN 2026, lebih tinggi dari era Jokowi. Anggaran ini mencakup PKH, Kartu Sembako, BLT Desa, subsidi energi, dan lainnya. Fokus pada peningkatan akurasi data dan sinergi program.
Pemerintah mengalokasikan Rp335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026, menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan gizi masyarakat dan kualitas SDM.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan APBN tanpa defisit dalam 2 tahun ke depan. Ia berjanji untuk terus melakukan efisiensi anggaran dan berharap dapat mencapai APBN seimbang pada tahun 2027 atau 2028.
Presiden Prabowo Subianto mengklaim telah menyelamatkan Rp300 triliun anggaran negara dari potensi korupsi. Anggaran tersebut dialihkan untuk program yang lebih produktif dan dirasakan rakyat. Prabowo siap bertanggung jawab atas keputusannya.
APBN 2026 fokus pada program prioritas seperti makan bergizi gratis, koperasi Merah Putih, kesehatan gratis, perbaikan sekolah, dan ketahanan pangan. Pemerintah juga menekankan reformasi fiskal dan deregulasi untuk memperkuat ekonomi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pihaknya akan efisiensi anggaran pada tahun 2026. Ada 15 pos belanja negara yang dipangkas.
Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta menyetujui, besaran Kebijakan Umum APBD serta Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp91,8 triliun.
Dody Hanggodo menganggarkan sekitar Rp10 triliun pada 2026. Hal itu untuk pembangunan 100 sekolah rakyat baru.