Kumpulan Berita
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyoroti tajam draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang dirancang oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebab, postur anggaran tahun depan memuat indikator makro yang terlampau optimistis, terutama dari sektor pematok target penerimaan pajak yang dinilai mengabaikan tren pelambatan ekonomi domestik saat ini.
Kepala Negara meminta anggaran untuk kegiatan seremonial sepertiperayaan ulang tahun kementerian dan pemerintah daerah, dialihkan untuk kebutuhan yang lebih berdampak
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan 10 langkah besar yang akan menjadi tahap berikutnya dari transformasi Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto meyakini setiap Rupiah yang dikumpulkan negara melalui APBN harus kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat nyata.
Prabowo menegaskan, pengelolaan keuangan negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, APBN 2027 tidak boleh hanya berorientasi pada besarnya anggaran dan banyaknya program.
Menurut Puan, besarnya anggaran negara tidak semata-mata harus dilihat dari jumlah belanja yang tersedia
Pemerintah membutuhkan keterlibatan sektor swasta serta pasar modal guna menyokong berbagai proyek strategis, mulai dari infrastruktur, energi, pendidikan