Kumpulan Berita
Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi menilai fenomena defisit APBN Kuartal I 2026 yang menyentuh Rp240,1 triliun atau sekitar 34 persen dari target tahunan sebagai bentuk strategi front-loading yang agresif. Namun, realisasi ini perlu disikapi dengan kewaspadaan tinggi guna menghindari risiko hard landing pada kuartal berikutnya.
Purbaya menegaskan pemerintah memiliki bantalan fiskal Rp420 triliun.
Purbaya juga memastikan pemerintah memiliki bantalan fiskal sebesar Rp420 triliun untuk menghadapi lonjakan harga minyak
Potensi penghematan sekitar 13 juta barel minyak per tahun dari konversi 1 juta kendaraan
Eskalasi konflik sejak akhir Februari 2026 ini telah memicu disrupsi jalur energi di Selat Hormuz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap terjaga dalam jalur yang berkesinambungan. Di tengah dinamika ekonomi dunia yang fluktuatif, Menkeu memastikan pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk meredam dampak gejolak eksternal.
Batas maksimal defisit anggaran sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tetap dipertahankan dan tidak akan diubah.
Menurut Purbaya, terdapat tantangan dalam mendorong K/L untuk melakukan penghematan secara mandiri