Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD433,4 miliar atau setara Rp7.675,3 triliun (kurs Rp17.668 per USD) pada kuartal I-2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan mendukung Bank Indonesia (BI) demi menjaga nilai tukar rupiah, yang belakangan terperosok di atas Rp17.000. Upaya yang dimaksud adalah menjaga stabilisasi nilai tukar di pasar surat utang negara.
BI meyakini pelemahan rupiah saat ini bersifat sementara karena fondasi makroekonomi nasional dinilai masih solid dibandingkan banyak negara
Bank Indonesia (BI) memberikan respons terkait meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan masalah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang menembus Rp17.500 kepada Bank Indonesia (BI).
Instrumen ini digunakan untuk menyediakan data emisi yang kredibel, terstandar, dan andal guna mendukung ketahanan ekonomi di tengah tantangan perubahan iklim global.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD146,2 miliar, menurun dibandingkan posisi pada akhir Februari 2026 sebesar USD148,2 miliar.
Bank Indonesia (BI) melaporkan telah menggelontorkan Rp427,9 triliun Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga pekan pertama April 2026.