Kumpulan Berita
Safrizal menjelaskan kembali maksud pernyataannya mengenai istilah "berat" yang sempat disalahartikan oleh sejumlah pihak.
Proses pemulihan pascabencana di Aceh terus menunjukkan perkembangan signifikan. Sejauh ini, percepatan rehabilitasi terus dilakukan dan berbagai layanan publik kini hampir sepenuhnya pulih.
Pemerintah memperkirakan program pemulihan pascabencana Sumatera rampung dalam tiga tahun. Diketahui, bencana Sumatera beberapa waktu lalu mengakibatkan ribuan orang meninggal.
Tito menegaskan, bahwa kehadiran pemerintah pusat bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sekaligus mempercepat rehabilitasi infrastruktur.
Usai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, pemulihan di Aceh tetap berjalan intensif. Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) terus mendorong berbagai pekerjaan fisik di lapangan, termasuk melalui program pembersihan lingkungan dengan skema Padat Karya Tunai atau Cash for Work.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengungkapkan, lumpur dan tumpukan kayu masih menjadi kendala utama dalam pemulihan pascabencana di wilayah dataran rendah Sumatera.
Satgas PRR juga menyerahkan 270 paket peralatan dapur untuk para korban bencana di Pidie.
Khusus di Aceh Tamiang, kegiatan pembersihan dipusatkan di Kampung Landuh dengan target penyelesaian selama 14 hari.