Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut polutan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan berpotensi terbawa angin hingga ke negara tetangga. Saat ini, pola sebaran polutan mengarah ke barat laut menuju Selat Malaka dan Natuna.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan fasilitas vital dasar pulih 100% setelah gempa bumi yang menerjang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas tersebut meliputi listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan komunikasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat angka korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 tidak mengalami penambahan. Sementara itu, jumlah pengungsi mulai menurun.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di berbagai daerah selama periode 28-29 Agustus 2026. Karhutla tercatat terjadi di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Status masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi diperpanjang selama 14 hari. Dengan demikian, status tanggap darurat yang semula berakhir pada 28 Agustus 2026 kini diperpanjang hingga 12 September 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini, terkait penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu data yang diperbarui yakni jumlah pengungsi.
Sebagian besar korban tewas akibat gempa adalah perempuan dan lansia.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan alasan banyak warga Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih bertahan di tenda pengungsian setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7.