Kumpulan Berita
TNI menyiagakan 1.279 personel untuk menghadapi situasi kebencanaan akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Ribuan personel tersebut berasal dari jajaran Kodam I/Bukit Barisan, Polri, serta sejumlah instansi lainnya.
Aktivitas gempa bumi susulan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 13.591 aktivitas gempa bumi susulan pascagempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kondisi Lampung, Banten, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta semakin kondusif dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan analisis citra satelit, abu vulkanik kini bergerak ke arah barat dan cenderung mengarah ke Laut Hindia.
Fase erupsi menerus Gunung Anak Krakatau selama sekitar 25 jam telah berakhir. Meski aktivitas vulkanik menurun, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut diminta tetap waspada, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi lima bandar udara telah membuka kembali operasional penerbangan setelah pengujian paper test menunjukkan hasil negatif abu vulkanik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan erupsi Gunung Anak Krakatau telah mengalami penurunan, meski dampak abu vulkanik masih mengganggu sejumlah penerbangan. Beberapa bandara di Jakarta, Tangerang, hingga Lampung terpaksa ditutup sementara akibat dampak sebaran abu vulkanik.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto menyebut kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 458 hektare. Saat ini, tim di lapangan masih berupaya melakukan pemadaman.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan hingga saat ini belum ada daerah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menetapkan status kedaruratan kebencanaan.