Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat angka korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 tidak mengalami penambahan. Sementara itu, jumlah pengungsi mulai menurun.
Berdasarkan putusan ini penetapan status bencana tak lagi membutuhkan lima indikator terpenuhi secara bersamaan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di berbagai daerah selama periode 28-29 Agustus 2026. Karhutla tercatat terjadi di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini, terkait penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu data yang diperbarui yakni jumlah pengungsi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di Tanah Air, khususnya di wilayah Sulawesi dan Jawa.
Sebagian besar korban tewas akibat gempa adalah perempuan dan lansia.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah siap mengucurkan alokasi anggaran untuk mempercepat penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan perkembangan terkini terkait dampak bencana gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).