Kumpulan Berita
Pemerintah menyiapkan delapan langkah strategis untuk mempercepat penanganan dan pemulihan Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Pemerintah terus memperkuat penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Selain evakuasi dan pendataan korban, layanan medis darurat mulai diperkuat di wilayah terdampak.
Lebih dari 5.900 warga mengungsi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan masih terdapat warga yang diduga terjebak di reruntuhan bangunan akibat gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Tim gabungan pun terus melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap warga terdampak gempa.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengiriman 50 ribu paket sembako untuk korban terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo (M)7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Data terbaru menyebutkan sebanyak 38 orang meninggal dunia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul prediksi peningkatan risiko yang mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, telah berdampak pada area sekitar 742,70 hektare hingga Senin (10/8/2026).