Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih menjadi bencana yang paling dominan di berbagai wilayah Indonesia pada akhir pekan ini. Selain karhutla, sejumlah daerah juga dilanda banjir, tanah longsor, dan kekeringan akibat cuaca kering.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Selasa 7 Juli 2026 memutus akses 1.507 warga.
Masa transisi darurat menuju pemulihan pascabencana di wilayah Aceh saat ini memasuki tahap akhir dan akan selesai pada 30 Juli 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 16 ribu warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD periode Senin 13 Juli pukul 07.00 WIB hingga Selasa (14/7/2026), krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Klaten, Banyumas, dan Pemalang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan puluhan hektare lahan di Kalimantan pada Jumat 10 Juli 2026. Peristiwa pertama terjadi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sejumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Pulau Jawa. Kebakaran yang berlangsung pada Jumat 10 Juli 2026 itu menghanguskan sekitar 8 hektare lahan di sejumlah lokasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan, berdasarkan rangkuman kejadian bencana dalam periode pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB pada 9 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 10 Juli 2026 pukul 07.00 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian/lembaga serta pemerintah daerah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah wilayah prioritas. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak fenomena El Nino dan musim kemarau 2026.