Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir, sejak Senin (18/5) hingga Selasa (19/5) pukul 07.00 WIB. Bencana hidrometeorologi basah seperti banjir masih menjadi perhatian pemerintah daerah selama periode tersebut.
Bencana tanah longsor melanda Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat 15 Mei 2026 dan menimbulkan korban jiwa. Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan tebing longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau masyarakat dan pemerintah derah untuk selalu siaga dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah. Misalnya, seperti banjir, longsor, angin kencang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya fenomena pergerakan tanah di Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, pada Senin (11/5/2026).
Banjir di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyebabkan 3.517 jiwa terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, dua warga meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mensupervisi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan.
Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan menemukan satu korban erupsi Gunung Dukono pada Sabtu (9/5/2026) pukul 14.30 WIT. Korban berinisial E, warga negara Indonesia (WNI), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 50 meter dari bibir kawah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hujan deras disertai angin kencang menyebabkan banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat 8 Mei 2026.