Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana pada periode dua hari terakhir, Rabu hingga Kamis, 27-28 Mei 2026. Sejumlah peristiwa bencana dari dampak cuaca ekstrem yang ditandai dengan intensitas curah hujan rendah, hingga tinggi dan dapat disertai petir serta angin kencang akibat fenomena peralihan musim kemarau terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat dan Kalimantan Selatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan angin kencang melanda Kelurahan Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Selasa 26 Mei 2026. Cuaca ekstrem tersebut berdampak pada 40 kepala keluarga (KK).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia, pada periode Minggu (24/5/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (25/5/2026) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian hidrometeorologi basah masih tercatat pada periode tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir, sejak Senin (18/5) hingga Selasa (19/5) pukul 07.00 WIB. Bencana hidrometeorologi basah seperti banjir masih menjadi perhatian pemerintah daerah selama periode tersebut.
Bencana tanah longsor melanda Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat 15 Mei 2026 dan menimbulkan korban jiwa. Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan tebing longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau masyarakat dan pemerintah derah untuk selalu siaga dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah. Misalnya, seperti banjir, longsor, angin kencang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya fenomena pergerakan tanah di Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, pada Senin (11/5/2026).
Banjir di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyebabkan 3.517 jiwa terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, dua warga meninggal dunia akibat bencana tersebut.