Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul prediksi peningkatan risiko yang mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, telah berdampak pada area sekitar 742,70 hektare hingga Senin (10/8/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Operasi berlangsung selama tujuh hari, mulai 4 hingga 10 Agustus 2026, menyusul meningkatnya jumlah titik panas di wilayah tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 34 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Jumat (31/7) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (1/8) pukul 07.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 31 kejadian dilaporkan berdampak signifikan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai daerah di Pulau Jawa menghanguskan 11,4 hektare lahan. Adapun peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bencana pada periode Senin hingga Selasa, 27??"28 Juli 2026, masih didominasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bencana itu terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Anomali cuaca masih mewarnai musim kemarau di Indonesia. Di saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi kejadian bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir terjadi di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, yang mengakibatkan empat jembatan hanyut dan memutus akses antardesa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru mengenai perkembangan musim di Indonesia. Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia memasuki musim kemarau.