Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.606 bencana melanda wilayah Indonesia sejak 1 Januari hingga 19 Oktober 2025.
Ratusan rumah warga hingga rumah ibadah dan fasilitas kesehatan (faskes) terdampak gempa bumi berkekuatan 6,6 magnitudo di Kabupaten Sarmi, Papua.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 278 Kepala Keluarga (KK) terdampak, akibat bencana yang dipicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia hingga Minggu (19/10/2025) pukul 07.00 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mencatat ratusan rumah warga terendam banjir di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) imbas hujan intensitas tinggi pada Kamis (16/10/2025) pukul 05.00 WIB.
Cuaca ekstrem mendominasi kejadian bencana pada pertengahan Oktober 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peristiwa cuaca ekstrem tercatat terjadi di sejumlah wilayah selama periode 14??"15 Oktober 2025.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengalihkan fokus dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke mitigasi bencana hidrometeorologi basah, seiring peralihan musim kemarau ke musim penghujan di penghujung tahun 2025 dan awal 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan hanya 25 ribu atau sekitar 5?ri total hampir 500 ribu fasilitas pendidikan di Indonesia yang berstatus aman bencana. Selain itu, terdapat 42 ribu pondok pesantren (ponpes) yang belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mencatat lebih dari dua ribu peristiwa bencana terjadi di Indonesia hingga Senin (13/10/2025). Bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, masih menjadi yang paling dominan.