Kumpulan Berita
Sebanyak 17 orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Provinsi Bali. Data tersebut tercatat hingga Sabtu (13/9/2025).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memastikan kondisi banjir di Bali telah surut seluruhnya. Dengan demikian, penanganan bencana kini beralih dari tahap tanggap darurat ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau wilayah terdampak banjir di Bali pada Jumat (12/9/2025). Dalam kunjungan itu, Gibran didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto.
BNPB memberikan sejumlah bantuan yang diperlukan oleh masyarakat dan juga pemerintah daerah setempat dalam melakukan penanganan banjir ini.
Hasil perkembangan kaji cepat penanganan darurat bencana banjir di Provinsi Bali per Rabu, pukul 18.45 WIB, sembilan orang ditemukan meninggal dunia.
Banjir besar mengakibatkan dua warga meninggal dunia di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Selasa malam, 9 September 2025. Bencana terjadi setelah hujan lebat pada pukul 23.15 WIB.
Banjir bandang melanda wilayah Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Senin 8 September 2025.
Banjir bandang melanda Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin 8 September 2025. Sebanyak 18 desa terisolir dan lima orang hilang.